Dewablog.com — Jumlah korban meninggal dunia akibat insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, dilaporkan bertambah. Berdasarkan data terbaru yang dikonfirmasi oleh otoritas setempat, total korban jiwa dalam peristiwa tersebut kini mencapai empat orang.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Pranata Humas Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Endrip Wahyutama, membenarkan bahwa satu korban tambahan yang sebelumnya mendapatkan perawatan intensif telah meninggal dunia. Korban tersebut diketahui bernama Hendra Rony Wagiyanata yang merupakan bagian dari unsur tim gabungan dalam upaya penanggulangan karhutla di lokasi kejadian.

“Iya benar, satu korban meninggal atas nama Hendra Rony Wagiyanata,” ujar Pranata Humas Balai Besar TNBTS, Endrip Wahyutama.

Sebelum dinyatakan meninggal dunia, Hendra sempat mendapatkan penanganan medis darurat di RSUD Tongas. Ia dievakuasi ke rumah sakit tersebut bersama dua korban luka lainnya setelah mengalami luka bakar yang cukup serius saat menjalankan tugas pemadaman di area hutan yang terbakar.

Dengan adanya tambahan satu korban ini, maka daftar korban meninggal dunia dalam peristiwa karhutla di Gunung Bromo kini menjadi empat orang. Sebelumnya, petugas TNBTS bernama Sukaris (55) telah dilaporkan meninggal dunia lebih dahulu akibat dampak kebakaran tersebut. Selain itu, terdapat dua korban lainnya yakni Wisnu Yuda Pratama (25) dan Sefriel Ardiansyah (19) yang diketahui berprofesi sebagai sekuriti hotel di sekitar kawasan wisata.

Hingga saat ini, proses penanganan dampak kebakaran masih terus dipantau secara ketat oleh pihak terkait. Kondisi di lapangan menunjukkan bahwa ancaman kebakaran hutan masih menjadi perhatian serius, terutama dengan adanya laporan mengenai titik api yang terpantau di beberapa bagian kawasan Bromo yang hingga saat ini belum sepenuhnya padam.

Pihak Balai Besar TNBTS dan unsur tim gabungan lainnya terus berupaya melakukan langkah-langkah mitigasi serta pemadaman agar api tidak meluas ke area yang lebih luas. Kejadian ini menjadi duka mendalam bagi seluruh tim yang terlibat dalam pelestarian dan perlindungan kawasan konservasi Gunung Bromo. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi kebakaran lahan yang dapat dipicu oleh berbagai faktor di musim kemarau panjang.