Dewablog.com — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia pada Minggu (8/11). Sebanyak 23 wilayah diprediksi akan diguyur hujan dengan intensitas bervariasi, mulai dari kategori sedang hingga sangat lebat, yang berpotensi disertai dengan kilat, petir, serta angin kencang.
Secara umum, kondisi dinamika atmosfer saat ini masih dipengaruhi oleh fenomena El Nino yang cukup kuat serta Indian Ocean Dipole (IOD) positif. Kedua fenomena global tersebut sebenarnya cenderung menekan pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia. Namun, aktivitas gelombang atmosfer dan kondisi regional di berbagai titik justru memberikan dukungan bagi pertumbuhan awan hujan secara signifikan.
Aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) saat ini diprakirakan berada pada fase 2 hingga 3 di sekitar Samudra Hindia. Secara spasial, aktivitas MJO tersebut terpantau aktif di wilayah Kalimantan bagian selatan, Sulawesi bagian tengah hingga selatan, Maluku, Jawa Timur, Bali, serta wilayah Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.
“Potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang masih dapat terjadi di sejumlah wilayah, sementara daerah dengan curah hujan terbatas tetap perlu mengantisipasi potensi kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan,” jelas pihak BMKG dalam laman resminya.
Selain MJO, faktor pendukung lainnya adalah gelombang ekuatorial Rossby yang terpantau aktif di sebagian Sumatera bagian utara hingga tengah serta Maluku Utara. Sementara itu, gelombang Kelvin juga berpotensi memberikan kontribusi serupa di Sumatera bagian utara hingga tengah, Kalimantan bagian utara hingga tengah, Sulawesi bagian utara, serta Maluku Utara.
Kombinasi aktivitas gelombang atmosfer tersebut diperkuat dengan adanya pola perlambatan dan pertemuan angin atau konvergensi di berbagai lokasi. Didukung oleh kelembapan udara yang tinggi serta kondisi atmosfer yang labil, pertumbuhan awan konvektif pemicu hujan menjadi lebih optimal di daerah-daerah yang telah dipetakan sebelumnya oleh BMKG.
Berdasarkan data prakiraan curah hujan untuk Dasarian I hingga II November 2026, sebagian besar wilayah Indonesia memang diprediksi mengalami curah hujan dengan kategori rendah hingga menengah, yakni berkisar antara 0 hingga 150 milimeter per dasarian. Meski demikian, masyarakat di 23 wilayah yang terdampak tetap diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko bencana hidrometeorologi.
Adapun daftar wilayah yang berpotensi mengalami hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat meliputi Aceh dan Kepulauan Bangka Belitung. Sementara itu, wilayah yang diprediksi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mencakup Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, dan Kalimantan Tengah.
Potensi cuaca serupa juga mencakup wilayah Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Papua Barat Daya, Papua Pegunungan, Papua, serta Papua Selatan. Kepulauan Bangka Belitung juga masuk dalam daftar daerah yang perlu mengantisipasi potensi hujan sedang hingga lebat sepanjang hari ini.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk selalu memantau perkembangan cuaca terkini melalui kanal resmi. Langkah mitigasi dini, seperti membersihkan saluran air dan memastikan kesiapan infrastruktur, sangat diperlukan untuk meminimalisir dampak dari cuaca ekstrem yang diprediksi terjadi di berbagai provinsi tersebut.


