Dewablog.com — Mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional Kepolisian Negara Republik Indonesia, Inspektur Jenderal Polisi Purnawirawan Napoleon Bonaparte, dilaporkan tutup usia pada Minggu (18/10/2026). Kepergian purnawirawan jenderal berbintang dua Korps Bhayangkara tersebut meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar institusi kepolisian serta kerabat yang mengenalnya.
Kabar berpulangnya Napoleon Bonaparte tersebut dikonfirmasi secara langsung oleh mantan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Pihaknya menyampaikan rasa belasungkawa mendalam sekaligus melayangkan doa terbaik bagi almarhum dan keluarga besar yang ditinggalkan.
“Innalilahi wa innailaihi rojiun. Turut berduka cita atas wafatnya Almarhum. Semoga husnul khotimah, dan seluruh keluarga diberikan kekuatan dan ketabahan, amin ya rabbal alamin,” tutur Listyo Sigit Prabowo.
Ungkapan duka cita tersebut menjadi penghormatan terakhir atas pengabdian panjang sang purnawirawan selama aktif berdinas di kepolisian. Semasa hidupnya, almarhum sempat menduduki sejumlah posisi penting di tingkat markas besar maupun kewilayahan sebelum akhirnya purnatugas dari dinas aktif.
Berdasarkan catatan riwayat hidupnya, perwira tinggi yang memiliki latar belakang di bidang reserse ini dilahirkan di Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, pada 26 November 1965. Ia meniti karier kepolisian setahap demi setahap hingga berhasil mencapai jajaran perwira tinggi di Korps Bhayangkara.
Titik penting perjalanan kariernya berlangsung pada Februari 2020, saat dirinya menjadi satu dari tiga belas perwira tinggi yang menerima kenaikan pangkat dari Brigadir Jenderal menjadi Inspektur Jenderal. Kenaikan pangkat bintang dua tersebut mengukuhkan posisinya untuk mengemban amanah strategis di jajaran pimpinan Markas Besar Polri.
Sebelum menjabat sebagai Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri, almarhum telah lama berkecimpung dalam urusan kerja sama kepolisian internasional. Pengalaman tersebut diasah saat menduduki jabatan sebagai Kepala Bagian Konvensi Internasional pada Sekretariat National Central Bureau Interpol Indonesia di lingkungan Divisi Hubinter Polri.
Jauh sebelum memegang peranan penting di kancah internasional, almarhum banyak menorehkan rekam jejak operasional di daerah asalnya, Kepolisian Daerah Sumatera Selatan. Di wilayah tersebut, ia pernah menjabat sebagai Kepala Kepolisian Resor Ogan Komering Ulu serta menduduki kursi Wakil Direktur Reserse Kriminal Polda Sumatera Selatan.
Pengalaman di bidang penegakan hukum kian matang tatkala dirinya dipercaya memegang tongkat komando sebagai Direktur Reserse Kriminal Polda Daerah Istimewa Yogyakarta. Keberhasilan dalam memimpin lini operasional kewilayahan tersebut membawanya melangkah ke Bareskrim Polri dengan menjabat sebagai Kepala Subdirektorat III Direktorat Tindak Pidana Umum.
Selain bertugas di jalur penindakan hukum dan operasional lapangan, almarhum turut mendedikasikan keahliannya di sektor pendidikan dan pembinaan aparatur kepolisian. Napoleon sempat mengemban amanah sebagai Kabagbinlat Korwas PPNS Bareskrim Polri, serta dipercaya menjabat sebagai Kepala Bagian Pembinaan Pendidikan pada Direktorat Akademik Akademi Kepolisian guna mendidik para calon perwira kepolisian.


