Dewablog.com — Persija Jakarta harus merelakan rekor tak terkalahkannya terhenti setelah ditundukkan tuan rumah Persita Tangerang dengan skor tipis 2-3 dalam laga sengit pekan kelima Super League 2026/2027 yang berlangsung di Stadion Internasional Banten pada Sabtu malam. Kekalahan dramatis ini menjadi penanda pertamanya hasil negatif bagi skuad berjuluk Macan Kemayoran pada awal musim kompetisi kali ini. Hasil tersebut sekaligus memperlihatkan celah dan kelemahan di lini pertahanan tim tamu yang berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh kubu tuan rumah.
Kekalahan pada laga tandang ini menjadi pukulan telak bagi skuad asuhan pelatih Shin Tae-yong yang sebelumnya tampil sangat percaya diri di beberapa pertandingan awal. Hasil minus ini tidak hanya merusak rekor impresif yang telah dibangun sejak pekan pertama, tetapi juga mengancam posisi mereka di papan atas klasemen sementara. Di sisi lain, kemenangan dramatis ini kian mempertegas performa mengesankan Persita Tangerang yang hingga pekan kelima masih menjaga rekor belum tersentuh kekalahan dan menjelmakan diri sebagai salah satu tim paling menakutkan musim ini.
Jalannya pertandingan sejak menit awal langsung menyajikan tensi dan atmosfer yang sangat panas. Persita Tangerang yang bertindak sebagai tuan rumah tidak membutuhkan waktu lama untuk membakar semangat para pendukungnya. Saat laga baru berjalan kurang dari lima menit, publik tuan rumah di Stadion Internasional Banten langsung bersorak gembira berkat gol cepat. Berawal dari umpan terukur yang dilepaskan oleh Rayco Rodriguez, gelandang Persita Luquinhas berhasil menyambut bola dengan tandukan tajam yang mengarah keras ke dalam gawang. Kiper Persija, Nadeo Argawinata, gagal mengantisipasi bola tersebut sehingga skor berubah menjadi 1-0 untuk keunggulan Pendekar Cisadane.
Ketinggalan satu gol di awal laga membuat skuad Macan Kemayoran merespons dengan meningkatkan intensitas serangan dan tampil lebih menekan ke area pertahanan lawan. Tekanan bertubi-tubi yang dilancarkan anak asuh Shin Tae-yong akhirnya membuahkan hasil manis pada menit ke-18. Berawal dari kepanikan di area terlarang tuan rumah, bek Persita Javlon Guseynov melakukan sapuan bola yang kurang sempurna. Bola liar tersebut langsung disambar dengan cepat oleh Fabio Calonego tanpa berhasil dihentikan kiper lawan. Gol balasan ini mengubah papan skor menjadi imbang 1-1 dan mengembalikan kepercayaan diri para pemain Persija.
Memasuki interval babak kedua, pertandingan sempat mengalami penundaan yang cukup menyita perhatian. Jadwal kick-off babak kedua terpaksa ditunda selama 30 menit akibat situasi di sekitar area luar Stadion Internasional Banten yang dinilai tidak kondusif oleh pihak penyelenggara dan keamanan. Meskipun sempat tertahan cukup lama di ruang ganti, kedua tim tetap menjaga fokus dan intensitas permainan begitu peluit tanda dimulainya kembali babak kedua dibunyikan oleh wasit.
Tensi tinggi pertandingan kembali berlanjut di lapangan begitu laga babak kedua dimulai. Persita Tangerang berhasil merebut kembali keunggulan pada menit ke-61 melalui skema bola mati yang dieksekusi dengan sangat matang. Memanfaatkan umpan dari skema sepak sudut, Rayco Rodriguez melesakkan tembakan jarak jauh yang sangat terukur dan meluncur deras tanpa mampu dijangkau oleh Nadeo Argawinata. Gol indah tersebut membawa Pendekar Cisadane kembali unggul atas tim tamu dengan skor 2-1.
Persija Jakarta tidak tinggal diam dan terus berupaya mengejar ketertinggalan. Asa untuk membawa pulang poin kembali terbuka pada menit ke-74 ketika pemain muda Persija, Rayhan Hannan, dijatuhkan oleh bek Persita, Dion Markx, di dalam kotak terlarang. Pertandingan sempat terhenti sejenak lantaran wasit Rio Permana Putra melakukan peninjauan Video Assistant Referee (VAR) secara ketat untuk memastikan pelanggaran tersebut. Setelah melihat tayangan ulang di pinggir lapangan, wasit tetap berpegang pada keputusan awal dengan menunjuk titik putih untuk Persija.
Alexander Jeremejeff yang maju sebagai eksekutor penalti menjalankan tugasnya dengan sangat dingin dan tenang. Sepakan terukurnya sukses mengelabui penjaga gawang lawan dan menggetarkan jala Persita di menit ke-74. Gol tersebut mengubah kedudukan menjadi kembali imbang 2-2 dan membangkitkan asa Macan Kemayoran untuk bisa membalikkan keadaan atau setidaknya mengamankan satu poin berharga dari markas lawan.
Namun, ketika pertandingan tampak akan berakhir dengan skor imbang, petaka besar justru menghampiri kubu Persija di masa injury time. Tepat pada menit ke-90+6, ketidakdisiplinan serta koordinasi yang longgar di lini belakang anak asuh Shin Tae-yong memberikan celah fatal bagi serangan balik cepat Persita. Penyerang muda Hokky Caraka memanfaatkan ruang kosong dengan melakukan akselerasi cepat menyusuri sisi lapangan sebelum melepaskan umpan silang matang ke dalam kotak penalti.
Bola umpan silang tersebut disambut dengan sempurna oleh Aleksa Andrejic. Tanpa ragu, Andrejic langsung menjaringkan bola ke dalam gawang Nadeo Argawinata sekaligus mengunci kemenangan dramatis 3-2 bagi tuan rumah. Gol di detik-detik akhir pertandingan ini mengunci tiga poin penuh untuk Pendekar Cisadane sekaligus memastikan kekalahan perdana Persija di musim ini.
Kerapuhan konsentrasi di menit-menit krusial dan kelemahan koordinasi lini belakang kini menjadi pekerjaan rumah yang sangat berat bagi pelatih Shin Tae-yong. Sang pelatih dituntut segera melakukan evaluasi mendalam terhadap sektor pertahanan timnya jika ingin menjaga peluang Persija Jakarta tetap berada di jalur perburuan gelar juara Super League musim ini.


