Dewablog.com — Presiden Prabowo Subianto memanggil Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia ke Istana Kepresidenan, Jakarta, guna membahas krisis kelangkaan bahan bakar minyak yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Bali. Pertemuan darurat ini diadakan setelah antrean kendaraan di berbagai daerah Pulau Dewata semakin memanjang dan mengganggu mobilitas harian warga.
Bahlil tiba di Kompleks Istana Kepresidenan sekitar pukul 15.45 WIB. Saat tiba di area istana, sejumlah jurnalis langsung menanyakan perihal kondisi kritis pasokan BBM yang terjadi di Bali serta langkah penanganan konkret yang akan diambil oleh pemerintah.
Menanggapi pertanyaan para jurnalis, Bahlil menegaskan bahwa dirinya terlebih dahulu akan masuk ke ruang pertemuan untuk mengikuti rapat bersama Presiden dan menerima laporan resmi sebelum memberikan pernyataan lanjutan kepada publik.
“Saya rapat dulu ya. Pak Dirut Pertamina dari sana, nanti setelah itu saya akan mendapat laporan Pak Dirut Pertamina. Setelah itu saya sampaikan kepada teman-teman,” ujar Bahlil Lahadalia.
Dalam agenda rapat terbatas tersebut, Bahlil tidak hadir sendirian. Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani juga tampak hadir di Kompleks Istana Kepresidenan untuk bersama-sama merumuskan langkah penanganan distribusi pasokan energi bersama Presiden Prabowo.
Kelangkaan bahan bakar minyak di Bali telah menimbulkan kepanikan tersendiri bagi masyarakat yang terpaksa berburu bensin hingga berjam-jam lamanya. Antrean kendaraan bermotor, baik roda dua maupun roda empat, dilaporkan mengular panjang hingga mencapai jarak satu kilometer di berbagai stasiun pengisian bahan bakar umum.
Berdasarkan pantauan di lapangan, krisis pasokan energi ini tidak hanya terpusat pada satu titik, melainkan merata di sejumlah daerah seperti Kota Denpasar, Kabupaten Badung, Klungkung, Buleleng, hingga Bangli. Kondisi yang kian meresahkan tersebut mendorong Gubernur Bali Wayan Koster secara resmi meminta PT Pertamina untuk segera membenahi penyaluran pasokan bahan bakar ke wilayahnya.
Kepadatan dan durasi antrean yang ekstrem di lapangan bahkan berujung pada insiden tumbangnya warga di lokasi pengisian. Di SPBU Latu, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, seorang perempuan warga Desa Bongkasa jatuh pingsan sekitar pukul 09.00 Wita setelah ikut mengantre selama berjam-jam demi memperoleh bensin.
Warga tersebut diduga kuat mengalami kelelahan fisik akibat mengantre terlalu lama saat kondisi tubuhnya sedang kurang bugar. Petugas kepolisian yang bersiaga bersama petugas SPBU segera memberikan pertolongan pertama sebelum akhirnya mengevakuasi korban menggunakan ambulans menuju fasilitas Puskesmas Abiansemal 1 guna mendapatkan penanganan medis.
Di wilayah Kabupaten Klungkung, menipisnya stok Pertalite memaksa para pengendara beralih mengantre Pertamax demi mengisi bahan bakar kendaraannya. Penumpukan antrean pembeli Pertamax tersebut terpantau terkonsentrasi di tiga fasilitas pengisian, yakni SPBU Besang, SPBU Siku, dan SPBU Batu Tabih, menyusul kekosongan pasokan bahan bakar jenis reguler.
Kondisi serupa dialami oleh masyarakat di Kabupaten Buleleng yang harus mendatangi sejumlah SPBU untuk memastikan tangki kendaraannya terisi. Deretan kendaraan tampak mengular sangat panjang, salah satunya terlihat di stasiun pengisian yang berada di kawasan Jalan Gajah Mada, Singaraja.
Terkait kendala penyaluran ini, Direktur Utama PT Pertamina Simon Aloysius Mantiri mengonfirmasi bahwa persoalan pasokan ini dipicu oleh kendala operasional dalam proses bongkar muat kapal tanker. Kapal pengangkut pasokan bahan bakar tersebut mengalami kesulitan teknis saat hendak menurunkan jangkar di perairan tujuan.
Hambatan saat memasang jangkar menyebabkan proses bongkar muat kargo yang semula dijadwalkan terlaksana pukul 06.30 Wita mengalami penundaan hingga baru bisa berlangsung sekitar pukul 22.00 Wita. Guna mengatasi kelangkaan di lapangan, pihak Pertamina memastikan langkah penambahan pasokan BBM tengah disiapkan guna mempercepat normalisasi stok di seluruh SPBU di Bali.


