Dewablog.com — Lembaga survei Parameter Politik Indonesia merilis temuan survei nasional terbaru terkait elektabilitas calon presiden, yang menempatkan Presiden Prabowo Subianto di urutan teratas dengan angka keterpilihan mencapai 31,6 persen. Di bawah nama Prabowo, politisi Dedi Mulyadi menyusul di peringkat kedua dengan 11,4 persen, dan mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berada di posisi ketiga dengan perolehan 10,1 persen.
Pengumpulan data survei berskala nasional tersebut diselenggarakan pada 26 September hingga 6 Oktober 2026. Penarikan sampel melibatkan 1.200 responden yang tersebar di 38 provinsi di seluruh wilayah Indonesia melalui metode wawancara tatap muka langsung.
PPI menerapkan teknik multistage random sampling dalam menentukan sampel responden. Riset ini memiliki tingkat kepercayaan sebesar 95 persen dengan batas toleransi kesalahan atau margin of error di kisaran kurang lebih 2,83 persen.
Pengukuran keterpilihan figur ini dilakukan PPI melalui simulasi terbuka, di mana pewawancara menanyakan pilihan presiden secara spontan kepada responden tanpa menyodorkan daftar nama atau pilihan ganda.
“Ini adalah elektabilitas presiden secara terbuka. Jadi ini adalah pertanyaan terbuka. Pertanyaannya adalah, ‘Jika pemilihan presiden dilaksanakan saat ini, siapakah yang akan Anda pilih menjadi Presiden Republik Indonesia?’. Responden diminta untuk menjawab secara spontan,” kata Direktur Eksekutif PPI Adi Prayitno dalam pemaparan survei secara virtual, Minggu (18/10/2026).
Adi memaparkan bahwa di belakang tiga nama teratas, sejumlah tokoh nasional lainnya turut terjaring dalam jawaban spontan masyarakat. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menempati peringkat keempat dengan elektabilitas sebesar 6,9 persen, disusul mantan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang memperoleh 4,4 persen dukungan.
Peringkat berikutnya ditempati oleh Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono dengan torehan 2,3 persen suara responden, diikuti mantan Menko Polhukam Mahfud Md sebesar 1,7 persen, serta tokoh perempuan Sherly Tjoanda yang mengantongi 1,1 persen dukungan pemilih.
Survei tersebut juga mendokumentasikan deretan nama figur publik yang memperoleh elektabilitas di bawah satu persen. Figur tersebut meliputi Purbaya Yudhi Sadewa sebesar 0,8 persen, Pramono Anung 0,6 persen, serta Sugiono dan Muhaimin Iskandar yang masing-masing mencatatkan perolehan 0,2 persen.
Sejumlah tokoh lain memperoleh angka elektabilitas yang sama, yakni masing-masing 0,1 persen. Tokoh-tokoh tersebut meliputi Rocky Gerung, Abdul Somad, Kaesang Pangarep, Erick Thohir, Bahlil Lahadalia, hingga Yusril Ihza Mahendra.
Selain nama-nama tersebut, pemilih yang memberikan jawaban dengan nama figur lainnya tercatat sebesar 1,9 persen. Di sisi lain, proporsi responden yang menyatakan tidak tahu atau belum menentukan jawaban masih tergolong besar dalam simulasi pertanyaan terbuka ini, yakni mencapai 25,5 persen.


