Dewablog.com — Tim nasional Thailand harus mengakui keunggulan Filipina setelah menelan kekalahan 1-2 dalam laga pamungkas Grup B FIFA ASEAN Cup 2026. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, pada Jumat (2/10) malam WIB tersebut diwarnai dengan kendala cuaca buruk yang memaksa laga sempat tertunda sebanyak dua kali.
Gangguan cuaca tersebut berdampak langsung pada kelancaran jalannya pertandingan. Penundaan pertama terjadi sebelum laga dimulai, di mana waktu sepak mula atau kick off harus mundur selama 30 menit dari jadwal yang telah ditentukan. Tidak hanya itu, saat memasuki babak kedua, pertandingan kembali dihentikan sementara waktu karena alasan intensitas cuaca yang tidak menentu di sekitar area stadion.
Filipina yang sudah dipastikan tidak memiliki peluang untuk melaju ke fase berikutnya tampil mengejutkan sejak menit-menit awal. Pertahanan Thailand kecolongan saat pertandingan baru berjalan tiga menit melalui gol cepat striker The Azkals, Bjorn Martin Kristensen. Keunggulan 1-0 tersebut bertahan cukup lama karena solidnya permainan Filipina dalam membendung serangan lawan.
Memasuki babak kedua, Thailand mencoba bangkit dari ketertinggalan dengan melakukan perubahan strategi. Upaya tersebut membuahkan hasil pada menit ke-55 melalui aksi individu Iklas Sanron. Melalui sebuah tembakan melengkung yang terukur ke arah tiang jauh, Iklas berhasil membobol gawang Filipina yang dikawal oleh Michael Falkesgaard, sekaligus mengubah papan skor menjadi imbang 1-1.
Namun, harapan Thailand untuk membalikkan keadaan justru pupus pada menit ke-68. Filipina kembali menunjukkan efektivitas serangan melalui skema tekanan dari sisi kanan pertahanan lawan yang membuat lini belakang Thailand kewalahan. Umpan matang yang dikirimkan ke dalam kotak penalti disambut dengan sontekan tajam oleh Bjorn Martin Kristensen yang kembali mencatatkan namanya di papan skor untuk membawa Filipina unggul 2-1.
Dalam sisa waktu yang tersedia, Thailand terus berupaya melancarkan tekanan demi mencari gol penyeimbang. Skuad Gajah Perang yang tidak tampil dengan kekuatan penuh berusaha membongkar pertahanan lawan melalui berbagai skema serangan. Kendati demikian, disiplin tinggi yang ditunjukkan para pemain Filipina membuat skor 2-1 untuk keunggulan The Azkals bertahan hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan.
Hasil pertandingan ini menjadi penutup rangkaian laga Grup B yang cukup dramatis bagi kedua tim. Meski Filipina gagal melangkah lebih jauh dalam turnamen ini, kemenangan atas Thailand memberikan catatan positif bagi performa mereka. Di sisi lain, Thailand harus segera melakukan evaluasi menyeluruh terkait performa tim, terutama dalam mengantisipasi serangan balik cepat serta menjaga fokus di tengah kondisi lapangan yang menantang akibat faktor cuaca.


