Dewablog.com — Timnas Indonesia dipastikan akan menjalani ujian berat dalam agenda internasional mendatang setelah Federasi Sepak Bola Yordania (JFA) secara resmi mengumumkan laga uji tanding melawan skuad Garuda. Pertandingan persahabatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada jendela FIFA Matchday November 2026 sebagai bagian dari persiapan kedua negara menuju putaran final Piala Asia 2027.
Bagi jajaran pelatih Timnas Indonesia, bentrokan ini bukan sekadar laga persahabatan biasa, melainkan kesempatan untuk menguji kedalaman taktik dan mentalitas pemain di level kompetitif. Kevin Diks dan rekan-rekannya dituntut untuk memberikan kewaspadaan penuh mengingat reputasi lawan yang cukup impresif di kancah sepak bola Asia maupun dunia.
Yordania sendiri bukan lawan sembarangan karena tim berjuluk Al-Nashama ini memiliki catatan sejarah sebagai kontestan Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Meskipun mereka harus tersingkir di fase penyisihan Grup J setelah menghadapi tim-tim kuat seperti Austria, Aljazair, dan Argentina, pengalaman bertanding di panggung tertinggi dunia tersebut diyakini telah meningkatkan standar permainan mereka secara signifikan.
Dari sisi peringkat FIFA, laga ini menjadi peluang emas bagi Indonesia untuk memperbaiki posisi di tabel dunia. Yordania saat ini menempati peringkat ke-72 dunia dengan koleksi 1350,88 poin, yang menempatkan mereka sebagai salah satu kekuatan besar di Asia. Sementara itu, Indonesia yang masih berada di urutan ke-116 dunia memiliki potensi untuk mendulang poin maksimal jika mampu meraih hasil positif dalam pertemuan tersebut.
Kekuatan utama Yordania saat ini bertumpu pada komposisi pemain yang berkarier di luar negeri atau abroad. Berdasarkan data pemanggilan terakhir, setidaknya terdapat 16 pemain yang berkompetisi di berbagai liga profesional, mulai dari benua Asia, Afrika, hingga liga-liga elit di Eropa.
“Setidaknya ada 16 pemain abroad yang masuk tim dengan nama paling menonjol yakni winger 29 tahun Mousa Al-Tamari yang sejak awal 2025 memperkuat Rennes di kasta tertinggi Liga Prancis,” ujar sumber dari internal tim.
Kehadiran pemain seperti Mousa Al-Tamari memberikan dimensi serangan yang sangat berbahaya bagi pertahanan lawan. Al-Tamari tercatat telah mengoleksi 24 gol dari 82 penampilan internasional bersama tim nasional, menjadikannya salah satu motor serangan yang harus dimatikan oleh lini belakang Indonesia.
Selain Al-Tamari, Yordania juga memiliki talenta muda berbakat seperti Tammer Bany yang berusia 22 tahun dan saat ini membela klub Liga Inggris, West Bromwich Albion. Kehadiran pemain-pemain yang terbiasa dengan iklim kompetisi Eropa membuat intensitas permainan Yordania sangat tinggi dan menuntut fisik yang prima dari para pemain Indonesia.
Di lini depan, Yordania memiliki juru gedor utama dalam diri Ali Olwan yang saat ini bermain untuk Al-Sailiya SC di Liga Qatar. Olwan memegang predikat sebagai penyerang tersubur dengan catatan 29 gol dari 64 pertandingan internasional yang telah ia jalani bersama tim nasional.
Kombinasi ketajaman Ali Olwan dan pergerakan lincah Mousa Al-Tamari akan menjadi ujian nyata bagi organisasi pertahanan Indonesia. Bagi pelatih John Herdman, laga melawan Yordania ini menjadi tolok ukur penting untuk melihat sejauh mana perkembangan taktik dan ketahanan mental para penggawa Garuda sebelum terjun ke panggung Asia yang sesungguhnya.
Selain menghadapi Indonesia, Yordania juga telah menjadwalkan uji coba lainnya melawan Australia pada 17 November 2026. Hal ini menunjukkan keseriusan pihak JFA dalam membangun tim yang kompetitif dengan menantang tim-tim yang memiliki gaya bermain beragam untuk mengasah kemampuan teknis skuad mereka secara menyeluruh.


