Dewablog.com — Kedutaan Besar Amerika Serikat di Arab Saudi mengeluarkan imbauan keamanan mendesak bagi warganya yang berada di negara tersebut untuk meningkatkan kewaspadaan. Langkah ini diambil menyusul serangan udara yang dilancarkan oleh kelompok Houthi asal Yaman terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh. Pihak kedutaan memperingatkan adanya potensi peningkatan eskalasi militer yang dapat mengancam keselamatan sipil.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Dalam pernyataan resminya, Kedutaan Besar Amerika Serikat menggarisbawahi bahwa tindakan permusuhan dari kelompok Houthi kian menyasar infrastruktur sipil penting, termasuk bandara-bandara komersial. Oleh karena itu, otoritas diplomatik Amerika Serikat meminta warganya untuk terus memantau situasi keamanan setempat dan bersiap menghadapi segala kemungkinan terburuk terkait pembatasan perjalanan di wilayah udara Arab Saudi.

“Kelompok Houthi telah melakukan tindakan permusuhan terhadap Arab Saudi, termasuk terhadap bandara-bandara sipil, dan konflik militer tersebut berpotensi meningkat,” tulis Kedutaan Besar Amerika Serikat dalam pernyataan resminya.

Imbauan tersebut juga meminta warga negara Amerika Serikat mengantisipasi dampak langsung dari serangan ini, seperti penundaan hingga pembatalan jadwal penerbangan secara mendadak. Selain itu, potensi penutupan wilayah udara di beberapa titik di Arab Saudi sewaktu-waktu dapat terjadi apabila ketegangan militer terus memuncak, sehingga mengganggu kelancaran perjalanan internasional maupun domestik.

Sementara itu, kelompok militer Houthi di Yaman secara terbuka menyatakan bahwa mereka telah menargetkan bandara di ibu kota Riyadh untuk ketiga kalinya pada hari Kamis. Serangan rudal tersebut diluncurkan di tengah klaim dari koalisi militer pimpinan Arab Saudi yang menyatakan telah berhasil mencegat dan menghancurkan proyektil-proyektil berbahaya yang mengarah ke wilayah udara mereka.

Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengonfirmasi bahwa kelompok yang didukung oleh Iran tersebut meluncurkan total empat rudal dalam operasi terbaru ini. Dua rudal di antaranya diarahkan secara khusus untuk menyerang Bandara Internasional King Khalid di Riyadh. Sementara itu, dua rudal lainnya masing-masing ditargetkan ke bandara di wilayah Najran serta sebuah pangkalan udara militer strategis di Khamis Mushait.

Meskipun koalisi militer Arab Saudi mengklaim berhasil melakukan pencegatan, sejumlah laporan lapangan menunjukkan adanya dampak kerusakan akibat serangan tersebut. Beberapa sumber internal melaporkan terdengarnya serangkaian ledakan keras yang mengguncang ibu kota Riyadh tidak lama setelah serangan diluncurkan, disusul oleh kepulan asap di sekitar area bandara sipil tersebut.

Berdasarkan keterangan dari dua sumber berbeda yang mengetahui kejadian ini, setidaknya ada pesawat komersial yang mengalami kerusakan akibat dampak ledakan di bandara Riyadh. Sumber pertama menyebutkan satu pesawat mengalami kerusakan yang sangat parah di landasan pacu. Sementara itu, sumber kedua mengindikasikan kerusakan yang lebih luas, dengan sedikitnya tiga pesawat yang terkena serpihan rudal atau dampak ledakan.

Ketegangan antara Arab Saudi dan kelompok Houthi di Yaman terus menjadi perhatian internasional karena mengancam jalur penerbangan sipil dan stabilitas keamanan di kawasan Teluk. Serangan berulang terhadap infrastruktur publik seperti bandara komersial memicu kekhawatiran global akan keselamatan penerbangan sipil, yang mendorong berbagai perwakilan asing untuk terus memperbarui panduan perjalanan bagi warga mereka di kawasan tersebut.