Dewablog.com — Pebalap muda asal Indonesia, Veda Ega Pratama, bersiap melakoni laga krusial dalam balapan utama Moto3 Mandalika 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu (11/10/2026) siang di Sirkuit Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Tampil di hadapan publik sendiri, pebalap asal Gunungkidul, Yogyakarta, tersebut akan memulai persaingan dari posisi ketujuh di garis start.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kepastian posisi start tersebut didapatkan setelah Veda mencatatkan waktu yang cukup kompetitif pada sesi kualifikasi. Ia hanya terpaut selisih 0,385 detik dari pebalap Spanyol, Brian Uriarte, yang berhasil mengamankan posisi terdepan atau pole position. Barisan terdepan balapan kali ini juga diramaikan oleh David Almansa dan Alvaro Carpe yang masing-masing akan mengawali lomba dari urutan kedua dan ketiga.

Meski berlaga di lintasan tanah air yang sudah cukup familiar baginya, Veda menegaskan bahwa dirinya tidak ingin membebankan ekspektasi atau tekanan yang terlalu tinggi pada pundaknya. Pebalap muda berbakat ini memilih untuk menetapkan sasaran yang realistis demi meraih hasil optimal sepanjang jalannya balapan yang diprediksi berlangsung sengit tersebut.

“Target saya bisa finis, nggak jatuh. Saya nggak mau ngasih pressure ke diri saya. Semoga saja dapat hasil yang bagus,” ujar Veda Ega Pratama terkait persiapannya menghadapi balapan di Sirkuit Mandalika.

Mengenai kesiapannya menaklukkan lintasan Mandalika, Veda mengungkapkan bahwa tantangan terbesar yang harus dihadapi para rider bukan hanya seputar teknis atau karakter tikungan sirkuit. Menurutnya, kondisi geografis Sirkuit Mandalika yang berada tepat di kawasan pesisir pantai membawa tantangan tersendiri berupa hembusan angin laut yang cukup kencang dan fluktuatif.

“Sebenarnya banyak trek-trek lainnya yang lebih susah di Eropa. Cuman mungkin di Mandalika, karena saya belum pernah balap di kelas Moto3 ini. Mungkin karena di pinggir dekat pantai, jadi anginnya mungkin besar dan itu bisa bikin challenge buat rider-rider,” tutur pebalap asal Gunungkidul tersebut.

Faktor angin kencang di sekitar pesisir Mandalika dinilai dapat memengaruhi kestabilan motor saat dipacu dalam kecepatan tinggi, khususnya di lintasan lurus dan tikungan cepat. Oleh karena itu, kemampuan adaptasi serta kejelian dalam membaca pergerakan angin menjadi salah satu kunci penting bagi seluruh pebalap yang berlaga dalam seri Moto3 kali ini.

Peta persaingan di GP Mandalika tahun ini juga menghadirkan dinamika baru seiring absennya sang juara bertahan. Pemenang balapan Moto3 Mandalika edisi 2025 lalu, Jose Antonio Rueda asal Spanyol, dipastikan tidak lagi meramaikan kelas ini karena telah resmi naik kelas untuk berkompetisi di ajang Moto2. Kondisi tersebut membuka peluang bagi pebalap lain, termasuk Veda, untuk mencatatkan namanya dalam daftar pemenang di lintasan sepanjang 4,31 kilometer tersebut.

Berdasarkan jadwal resmi, balapan utama Moto3 Mandalika 2026 akan melahap sebanyak 20 putaran penuh. Sesi balapan dijadwalkan mulai menghentak lintasan pada pukul 11.00 WIB atau pukul 12.00 WITA. Para pecinta balap di tanah air dapat menyaksikan aksi mengesankan para rider dunia ini melalui siaran langsung di saluran televisi Trans7, maupun melalui layanan siaran streaming resmi seperti Vidio, Vision+, dan Video Pass MotoGP.