Dewablog.com — Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Bambang Soesatyo, resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Istana Negara, Jakarta. Pelantikan ini didasarkan pada Keputusan Presiden Nomor 107/P Tahun 2026 mengenai Pengangkatan Keanggotaan Dewan Pertimbangan Presiden yang menempatkan tokoh yang akrab disapa Bamsoet ini ke dalam jajaran penasihat kepala negara.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Dalam pelantikan tersebut, Bamsoet bergabung dengan 25 tokoh nasional lainnya yang berasal dari berbagai latar belakang profesi dan keahlian. Dewan Pertimbangan Presiden yang baru ini dipimpin oleh mantan Menteri Sekretaris Negara Pratikno sebagai Ketua, didampingi oleh mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa yang menjabat sebagai Wakil Ketua.

Kehadiran Bamsoet di dalam struktur Wantimpres dinilai membawa dimensi baru karena dirinya memiliki rekam jejak yang sangat panjang di ranah legislatif, pemerintahan, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, hingga panggung politik praktis. Melalui posisi baru ini, ia diharapkan mampu memberikan analisis strategis serta pertimbangan yang komprehensif langsung kepada Presiden dalam merumuskan kebijakan negara.

“Saya memandang amanah sebagai Anggota Wantimpres sebagai kelanjutan dari pengabdian di lembaga yang berbeda. Selama hampir 20 tahun berada di parlemen, saya belajar bahwa setiap kebijakan negara membutuhkan pertimbangan yang matang, melihat persoalan dari berbagai sudut, sekaligus mendengar suara masyarakat. Pengalaman tersebut akan saya bawa dalam menjalankan amanah sebagai Wantimpres,” ujar Bambang Soesatyo.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Bamsoet sesaat setelah dirinya menyelesaikan prosesi pengambilan sumpah jabatan di Istana Negara, Jakarta, pada hari Jumat, 2 Oktober 2026. Ia menegaskan kesiapannya untuk mendedikasikan seluruh keahlian dan wawasan yang diperolehnya selama puluhan tahun berkarier demi kepentingan bangsa dan negara melalui lembaga penasihat ini.

Pengangkatan Bamsoet ini tidak terlepas dari rekam jejak kepemimpinannya yang sangat kuat di lembaga legislatif tingkat nasional. Politisi senior Partai Golkar ini tercatat pernah menduduki sejumlah jabatan yang sangat strategis, termasuk memimpin beberapa lembaga tinggi negara dalam kurun waktu satu dekade terakhir.

Karier kepemimpinannya di parlemen mulai menonjol saat ia dipercaya menjabat sebagai Ketua Komisi III DPR RI yang membidangi masalah hukum, hak asasi manusia, dan keamanan pada periode 2016 hingga 2018. Kiprahnya di komisi hukum tersebut memperkuat pemahamannya mengenai tata kelola hukum dan sistem peradilan di Indonesia.

Setelah sukses memimpin Komisi III, Bamsoet kemudian dipercaya untuk mengemban amanah yang lebih besar sebagai Ketua DPR RI ke-20 untuk sisa masa jabatan 2018-2019, menggantikan Setya Novanto. Selama masa kepemimpinannya yang singkat namun padat tersebut, ia berhasil menjaga stabilitas politik di parlemen di tengah dinamika nasional yang cukup tinggi.

Kepercayaan publik dan rekan sejawatnya kembali terbukti ketika ia terpilih secara aklamasi sebagai Ketua MPR RI untuk periode 2019-2024. Di bawah kepemimpinannya, MPR RI aktif menyuarakan pentingnya penataan sistem ketatanegaraan serta sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan ke seluruh pelosok tanah air.

Perjalanan politik Bamsoet di Senayan dimulai ketika ia pertama kali terpilih menjadi anggota DPR RI dari daerah pemilihan Jawa Tengah VII pada Pemilu legislatif tahun 2009. Sejak saat itu, ia terus mendapatkan kepercayaan yang konsisten dari konstituennya sehingga selalu berhasil mempertahankan kursinya di parlemen pada pemilu-pemilu berikutnya.

Dengan pengalaman yang sangat panjang tersebut, Bamsoet dinilai sangat menguasai seluk-beluk proses legislasi nasional, fungsi pengawasan terhadap jalannya pemerintahan, mekanisme penyusunan anggaran negara, serta dinamika hubungan antarlembaga tinggi negara. Hal ini menjadikannya figur yang sangat memahami bagaimana sebuah kebijakan publik dirancang dan diimplementasikan.

“Saya melihat pengalaman sebagai Ketua DPR dan Ketua MPR memberikan perspektif yang cukup lengkap mengenai bagaimana kebijakan pemerintah diterjemahkan menjadi kebijakan publik, bagaimana aspirasi masyarakat masuk ke dalam proses politik, dan bagaimana lembaga negara harus membangun komunikasi agar keputusan yang diambil dapat berjalan efektif. Karena itu, saya akan berusaha memberikan pertimbangan yang objektif, berbasis data dan kepentingan nasional,” jelas Bambang Soesatyo.

Selain aktif di parlemen, kiprah Bamsoet di internal Partai Golkar juga sangat signifikan dan telah berlangsung dalam rentang waktu yang sangat lama. Di partai berlambang pohon beringin tersebut, ia telah bekerja sama dengan berbagai kepengurusan yang berbeda dan memegang posisi-posisi kunci yang sangat menentukan arah kebijakan partai.

Salah satu posisi strategis yang pernah diembannya adalah sebagai Bendahara Umum Partai Golkar di bawah kepemimpinan Ketua Umum Aburizal Bakrie. Peran ini menuntut kemampuan manajerial yang tinggi serta pemahaman mendalam mengenai tata kelola organisasi partai politik dalam skala besar.

Setelah itu, loyalitas dan kapabilitasnya kembali diakui saat ia ditunjuk menjadi Wakil Ketua Umum Partai Golkar di bawah kepemimpinan Airlangga Hartarto. Posisi penting sebagai Wakil Ketua Umum ini terus berlanjut hingga masa kepengurusan terbaru di bawah kepemimpinan Ketua Umum Bahlil Lahadalia.

Pengalaman panjang di internal partai politik tersebut membuat Bamsoet sangat terbiasa menghadapi berbagai dinamika politik internal, mengelola konflik, memimpin proses kaderisasi, serta merumuskan platform perjuangan partai dalam hubungannya dengan masyarakat luas dan lembaga-lembaga negara lainnya.

Menurut Bamsoet, dinamika yang ia lalui di Partai Golkar telah membentuk kedewasaan politiknya, terutama dalam memahami bahwa segala bentuk keputusan politik harus selalu bermuara pada kesejahteraan masyarakat luas. Ia meyakini bahwa komunikasi yang baik dan kemampuan mencari titik temu adalah kunci utama dalam mengatasi setiap perbedaan pandangan politik demi kepentingan nasional.

Kehadiran Bamsoet di jajaran Wantimpres 2026 juga mencatatkan keunikan tersendiri, di mana ia menjadi satu-satunya anggota DPR RI aktif yang masuk dalam jajaran penasihat kepresidenan tersebut. Hal ini memberikan jembatan komunikasi yang sangat kuat antara lembaga eksekutif dan legislatif secara langsung.

Komposisi keanggotaan Wantimpres periode 2026 sendiri mencerminkan keberagaman yang sangat luas dari berbagai latar belakang keahlian dan ketokohan nasional. Pemerintah sengaja merangkul figur-figur berpengaruh mulai dari pemuka agama, akademisi senior, purnawirawan tinggi TNI dan Polri, pelaku usaha papan atas, mantan pejabat tinggi negara, hingga politisi dan profesional murni.

Beberapa nama besar yang turut dilantik bersama Bamsoet antara lain adalah pakar tafsir Al-Qur’an Quraish Shihab, mantan Danjen Kopassus Agum Gumelar, mantan Kepala BIN Budi Gunawan, serta pengusaha nasional Chairul Tanjung. Selain itu, terdapat pula mantan Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj, Ketua Umum PBNU saat ini Yahya Cholil Staquf, tokoh senior CSIS Jusuf Wanandi, pengusaha Jusuf Hamka, pendiri Mayapada Group Tahir, mantan Ketua MK Anwar Usman, serta mantan Menteri ESDM Ignasius Jonan.

Bamsoet menilai keberagaman latar belakang para anggota Wantimpres ini bukan merupakan suatu hambatan, melainkan sebuah kekuatan besar yang saling melengkapi. Menurutnya, kolaborasi dari berbagai sudut pandang yang berbeda ini akan menghasilkan analisis yang sangat tajam dan kaya bagi Presiden dalam mengambil keputusan penting.

Ia menambahkan bahwa tantangan utama dari Wantimpres saat ini adalah bagaimana meramu seluruh pengalaman, keahlian, dan perspektif yang berbeda tersebut menjadi sebuah masukan yang konkret, konstruktif, dan aplikatif bagi Presiden. Wantimpres harus berani memberikan pandangan yang jernih dan objektif, termasuk memberikan rekomendasi perbaikan apabila ada kebijakan yang dirasa kurang tepat atau memerlukan penyempurnaan di lapangan.

Selain rekam jejak jabatannya yang mumpuni, Bamsoet juga dikenal sebagai sosok yang sarat dengan prestasi dan penghargaan resmi dari negara atas dedikasinya selama ini. Penghargaan tertinggi yang pernah diterimanya adalah Bintang Mahaputera Adipradana yang dianugerahkan oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 14 Agustus 2024.

Penganugerahan tanda kehormatan Bintang Mahaputera Adipradana tersebut diberikan atas jasa-jasa luar biasa Bamsoet selama menjalankan tugasnya sebagai Ketua MPR RI periode 2019-2024. Penghargaan ini didasarkan pada Keputusan Presiden Nomor 105/TK/TH 2024 dan 108/TK/TH 2024 yang dicatat secara resmi oleh pihak Sekretariat Negara.

Mengenai penghargaan tertinggi tersebut, Bamsoet selalu menekankan bahwa tanda kehormatan itu bukan sekadar kebanggaan pribadi, melainkan sebuah tanggung jawab moral yang besar kepada negara. Ia mendedikasikan penghargaan tersebut kepada seluruh jajaran pimpinan dan anggota MPR RI yang telah bekerja sama secara kolektif kolegial dalam mengawal konstitusi negara selama lima tahun penuh.

Jauh sebelum menerima Bintang Mahaputera Adipradana, Bamsoet juga telah dianugerahi Bintang Jasa Utama oleh Presiden Joko Widodo pada tahun 2020 lalu. Penghargaan ini diberikan atas pengabdian dan kontribusi besarnya dalam memimpin DPR RI sebagai Ketua pada periode 2018-2019, yang dinilai berhasil menjaga produktivitas legislasi nasional.

Daftar penghargaan Bamsoet semakin lengkap dengan adanya tanda kehormatan Dharma Pertahanan Utama yang diserahkan langsung oleh Prabowo Subianto saat masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan RI pada tahun 2023. Penghargaan ini diberikan atas komitmen dan kontribusi aktif Bamsoet dalam mendukung penguatan sistem pertahanan dan keamanan nasional.

Di bidang militer dan kepolisian, Bamsoet juga mengantongi sejumlah brevet kehormatan yang prestisius dari berbagai matra. Di antaranya adalah Brevet Baret Ungu Korps Marinir sebagai Warga Kehormatan TNI Angkatan Laut, serta Brevet Wing Penerbang Kelas I Pesawat Tempur sebagai Warga Kehormatan TNI Angkatan Udara.

Tidak hanya itu, ia juga dianugerahi Brevet Hiu Kencana Satuan Kapal Selam dari TNI Angkatan Laut, Brevet Warga Kehormatan Korps Brimob Polri, serta Brevet Warga Kehormatan dari Badan Intelijen Negara (BIN). Deretan penghargaan ini membuktikan kedekatan dan pemahaman mendalam Bamsoet terhadap isu-isu strategis di bidang pertahanan, keamanan, hukum, dan ketatanegaraan.

Bamsoet menegaskan bahwa seluruh penghargaan dan tanda kehormatan yang ia terima selama ini merupakan pengingat bahwa kepercayaan yang diberikan oleh negara harus dibayar dengan kinerja yang nyata bagi masyarakat. Dengan amanah baru sebagai anggota Wantimpres, ia berkomitmen untuk melipatgandakan kinerjanya demi menjaga kepercayaan yang telah diberikan oleh Presiden Prabowo Subianto serta seluruh rakyat Indonesia.

Dengan perpaduan pengalaman yang lengkap di bidang politik, legislasi, organisasi, pertahanan, keamanan, dan ekonomi, Bamsoet diproyeksikan akan menjadi salah satu pilar penting di dalam Wantimpres. Kehadirannya diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam menjaga stabilitas politik nasional serta mempercepat akselerasi pembangunan yang dicanangkan oleh pemerintahan baru.

Ia menegaskan bahwa dalam memberikan masukan kepada Presiden, dirinya akan selalu berpijak pada data yang valid, ketentuan konstitusi, serta aspirasi riil dari masyarakat bawah. Menurutnya, Wantimpres harus mampu menyuarakan kebenaran secara objektif, memberikan solusi yang aplikatif, serta mendukung penuh kebijakan-kebijakan pemerintah yang sudah berjalan dengan baik, sembari terus memberikan catatan kritis yang membangun demi kemajuan bangsa secara menyeluruh.