Dewablog.com — Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik Syahganda Nainggolan sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom). Pelantikan yang berlangsung di Istana Negara tersebut didasarkan pada Keputusan Presiden Nomor 106/P Tahun 2026, menandai pergantian kepemimpinan di badan tersebut dari pejabat sebelumnya, Muhammad Qodari.
Selain melantik Syahganda, Presiden Prabowo juga menetapkan Fadli Tri Hartono sebagai Wakil Kepala Bakom. Pengangkatan ini menjadi bagian dari langkah pemerintah dalam memperkuat struktur komunikasi publik melalui lembaga yang baru saja mengalami rotasi kepemimpinan strategis tersebut.
Syahganda Nainggolan bukanlah sosok baru dalam kancah perpolitikan nasional. Pria kelahiran Medan, 27 November 1965 ini dikenal luas sebagai aktivis sejak masa kuliahnya di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada dekade 1980-an. Rekam jejaknya di dunia pergerakan bahkan sempat membawanya menjalani hukuman penjara selama 10 bulan akibat aktivitas politik yang dilakukannya pada era Orde Baru.
Setelah era transisi demokrasi, Syahganda terus konsisten berkecimpung dalam dunia organisasi dan politik. Ia tercatat pernah bergabung dengan Persatuan Daulat Rakyat (PDR) dan terlibat dalam pembentukan Partai Merdeka. Tidak hanya di jalur partai, ia juga berpengalaman di sektor korporasi dengan pernah menjabat sebagai Komisaris Pelindo II pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Pada tahun 2010, Syahganda memperluas perannya dengan mendirikan Sabang Merauke Circle (SMC). Lembaga ini difungsikan sebagai wadah kajian dan konsultasi yang mendalami berbagai isu kebijakan publik serta politik nasional. Namanya semakin mencuat ke publik pada tahun 2020 saat ia aktif menjadi salah satu tokoh sentral dalam Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI).
Memasuki masa pemerintahan Presiden Prabowo, Syahganda diketahui turut menginisiasi GREAT Institute. Lembaga tersebut dirancang sebagai wadah riset yang memfokuskan kajian pada sektor ekonomi, politik, serta perkembangan teknologi terkini. Keahliannya sebagai akademisi dan pengamat kebijakan dianggap menjadi modal utama dalam mengemban amanah sebagai Kepala Bakom yang baru.
Sementara itu, pendampingnya, Fadli Tri Hartono, memiliki latar belakang pendidikan yang cukup mumpuni di bidang sains dan administrasi publik. Fadli merupakan lulusan sarjana Fisika dari ITB tahun 2012 dan melanjutkan pendidikan magister di bidang Administrasi Publik di Tsinghua University pada tahun 2021.
Sebelum menduduki posisi Wakil Kepala Bakom, karier profesional Fadli cukup bervariasi. Ia tercatat pernah menjabat sebagai Komisaris Utama PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk sejak 2025. Selain itu, ia juga memiliki pengalaman di lingkungan pemerintahan sebagai Staf Khusus Menteri Sekretariat Negara serta pernah memegang posisi strategis di Universitas Kebangsaan Republik Indonesia, termasuk sebagai Wakil Rektor IV Bidang Kerjasama.
Pergantian kepemimpinan di Badan Komunikasi Pemerintah ini diharapkan dapat memberikan arah baru dalam penyampaian informasi serta kebijakan pemerintah kepada masyarakat luas. Dengan kombinasi latar belakang aktivisme Syahganda serta pengalaman manajerial dan akademik yang dimiliki Fadli, pemerintah menaruh harapan besar pada efektivitas komunikasi lembaga tersebut di masa mendatang.


