Dewablog.com — Bursa Efek Indonesia (BEI) mengambil langkah strategis dengan mengeluarkan 81 saham yang dikategorikan memiliki konsentrasi kepemilikan tinggi atau high shareholding concentration (HSC) dari perhitungan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Keputusan ini diambil sebagai bagian dari upaya otoritas bursa dalam meningkatkan kualitas, kredibilitas, serta integritas data pasar modal di tanah air. Langkah ini resmi diumumkan menyusul dua inisiatif baru yang disampaikan pihak bursa pada Senin (19/10).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Selain mengeluarkan saham-saham tersebut dari perhitungan indeks utama, BEI juga akan memperketat transparansi melalui penambahan keterangan status afiliasi pada publikasi daftar pemegang saham di atas satu persen. Kebijakan ini diharapkan mampu memberikan gambaran yang lebih transparan bagi para investor mengenai struktur kepemilikan saham di perusahaan tercatat. Penyesuaian ini mencerminkan komitmen berkelanjutan otoritas bursa dalam memitigasi risiko pasar yang mungkin muncul dari pemusatan kepemilikan saham pada pihak-pihak tertentu.

“Untuk memberikan indeks harga yang lebih kredibel dan berintegritas, kami akan mengeluarkan seluruh saham high shareholding concentration dari Indeks Harga Saham Gabungan,” ujar Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik.

Jeffrey menegaskan bahwa penghapusan dari perhitungan indeks ini tidak berarti saham-saham terkait mengalami delisting atau dikeluarkan dari papan perdagangan bursa. Saham-saham tersebut tetap dapat diperjualbelikan oleh pelaku pasar seperti biasa, namun tidak lagi dilibatkan dalam perhitungan pergerakan IHSG. Sebelumnya, saham dengan konsentrasi tinggi juga telah dikecualikan dari beberapa indeks utama lainnya seperti IDX30, LQ45, dan IDX80 guna menjaga stabilitas indeks tersebut.

Jumlah saham yang masuk dalam daftar HSC terus mengalami pemutakhiran oleh pihak bursa. Pada awalnya, data menyebutkan terdapat 80 saham yang masuk kategori ini. Namun, jumlah tersebut bertambah menjadi 81 setelah PT Tifico Fiber Indonesia Tbk (TFCO) dikonfirmasi masuk dalam daftar terbaru pada pengumuman Selasa (20/10). Berdasarkan data terbaru, saham TFCO tercatat dimiliki oleh sejumlah pemegang saham yang secara agregat menguasai 99,70 persen saham perusahaan.

Pihak BEI memastikan bahwa inisiatif ini akan segera diberlakukan dalam waktu dekat. Implementasi kebijakan ini dipandang krusial oleh para pelaku pasar karena IHSG sering dijadikan acuan utama dalam pengambilan keputusan investasi berskala besar. Dengan mengeluarkan saham-saham yang memiliki konsentrasi kepemilikan sangat tinggi, BEI berupaya meminimalisir potensi manipulasi atau volatilitas yang tidak mencerminkan fundamental pasar secara keseluruhan.

Para investor diharapkan dapat menyesuaikan strategi investasi mereka dengan adanya perubahan metodologi perhitungan indeks ini. Langkah proaktif yang diambil bursa ini dinilai sebagai respon terhadap dinamika pasar yang semakin kompleks. Secara jangka panjang, otoritas bursa optimistis bahwa pembersihan indeks dari saham-saham dengan konsentrasi tinggi akan menciptakan ekosistem investasi yang lebih sehat dan berdaya saing di tingkat regional maupun global.