Dewablog.com — Calvin Verdonk, bek sayap yang juga merupakan punggawa Tim Nasional Indonesia, mendapatkan kesempatan starter perdananya di Liga Champions saat Lille menjamu Galatasaray. Dalam pertandingan yang berlangsung di Stade Pierre-Mauroy pada Rabu malam (21/10) waktu setempat, Verdonk tampil penuh selama 90 menit, namun timnya harus mengakui keunggulan tim tamu dengan skor akhir 2-4.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Verdonk dipercaya tampil sejak menit pertama oleh pelatih Davide Ancelotti, menggantikan Romain Perraud yang biasanya menjadi pilihan utama di posisi bek sayap kiri. Keputusan ini menandai penampilan penuh pertamanya setelah sebelumnya sempat duduk di bangku cadangan pada pertandingan Liga Champions sebelumnya.

Sepanjang pertandingan, Verdonk yang beroperasi di sisi kiri pertahanan Lille, berhadapan langsung dengan barisan serang Galatasaray yang dipimpin oleh Victor Osimhen. Ia tidak hanya fokus pada tugas bertahan, tetapi juga beberapa kali aktif membantu serangan timnya, menunjukkan kontribusi ganda di lapangan.

Dari aspek pertahanan, Calvin Verdonk mencatatkan statistik yang cukup solid dengan dua tekel berhasil, dua intersep krusial, dan satu kali clearance untuk menghalau bola dari area berbahaya. Meskipun demikian, gol kedua Galatasaray yang dicetak Alexey Batrakov tercipta setelah Roland Sallai berhasil melewati areanya sebelum mengirim umpan kunci.

Dalam peran ofensifnya, bek berusia 26 tahun ini menunjukkan potensi dengan menciptakan dua operan kunci yang mengarah langsung ke kotak penalti Galatasaray. Dua umpan tariknya juga terbukti cukup berbahaya, bahkan sempat memicu kemelut di depan gawang lawan dan hampir saja berujung gol bagi Lille.

Sayangnya, penampilan penuh dan kontribusi Verdonk belum cukup untuk mengangkat performa Lille. Kekalahan ini menjadi yang ketiga secara beruntun bagi wakil Ligue 1 di ajang Liga Champions musim ini, setelah sebelumnya mereka juga takluk dari Real Betis dan Arsenal dalam pertandingan-pertandingan fase grup.

Hasil minor ini semakin memperburuk posisi Lille di klasemen grup Liga Champions. Pasukan Davide Ancelotti kini menjadi salah satu dari tiga tim yang sama sekali belum meraih poin dari tiga pertandingan yang telah dimainkan. Mereka terjerembab di peringkat 35 dalam daftar keseluruhan tim peserta, hanya lebih baik dari Slovan Bratislava yang menempati posisi juru kunci.

Situasi ini menempatkan Lille dalam posisi sulit untuk melaju ke babak selanjutnya di kompetisi Eropa paling prestisius tersebut. Tiga kekalahan beruntun menunjukkan adanya tantangan besar bagi tim untuk menemukan ritme dan performa terbaik mereka di tengah persaingan ketat Liga Champions.