Dewablog.com — Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) diperkirakan harus merogoh kocek hingga Rp1 miliar setiap bulannya jika serius ingin memboyong pelatih timnas Jepang, Hajime Moriyasu, untuk menukangi skuad Harimau Malaya. Estimasi biaya tersebut muncul menyusul ramainya spekulasi mengenai masa depan kursi kepelatihan tim nasional Malaysia yang saat ini masih ditangani oleh pelatih interim.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Agen pemain ternama di Malaysia, Effendi Jagan Abdullah, menjelaskan bahwa besaran nilai kontrak bagi seorang juru taktik kelas dunia seperti Moriyasu sangat bergantung pada profil, pengalaman internasional, serta rekam jejak prestasi yang mereka miliki. Menurutnya, untuk mendatangkan pelatih asal Jepang dengan kualifikasi tinggi di level Asia, FAM setidaknya harus menyediakan anggaran minimum mulai dari Rp510 juta per bulan sebagai langkah awal negosiasi.

“Jika menginginkan pelatih yang berada di level tertinggi dan bernama besar di Asia, saya rasa paling minim FAM harus menyiapkan dana sekitar US$30 ribu per bulan,” ujar Effendi Jagan Abdullah.

Effendi menambahkan bahwa angka tersebut berpotensi melambung hingga dua kali lipat jika target yang dikejar adalah sosok papan atas seperti Hajime Moriyasu. Ia menekankan bahwa FAM perlu memiliki keberanian dalam melakukan investasi besar jika ingin mengangkat prestasi sepak bola Malaysia ke level yang lebih kompetitif. Baginya, tidak mungkin bagi federasi untuk mendapatkan hasil maksimal dengan hanya mempekerjakan pelatih biasa saja, sehingga pengembalian investasi harus menjadi prioritas utama dalam penentuan kebijakan strategis ini.

Rumor mengenai ketertarikan FAM terhadap Moriyasu bermula dari laporan media lokal Jepang, Sakanowa, yang mengklaim bahwa nama pelatih Samurai Biru tersebut masuk dalam radar calon juru taktik anyar bagi Harimau Malaya. Spekulasi tersebut kemudian semakin santer berembus setelah media asal Vietnam, Tien Phong, turut menyoroti langkah agresif FAM dalam memburu pelatih asing kelas wahid untuk membenahi performa tim nasional mereka.

Namun, Presiden FAM, Datuk Ab Ghani Hassan, dengan tegas membantah adanya negosiasi resmi maupun kontak langsung dengan pihak Hajime Moriyasu. Ia menegaskan bahwa sejauh ini belum ada langkah konkret yang diambil oleh pihak federasi dan segala isu yang beredar saat ini masih sebatas spekulasi belaka. Pihaknya menyatakan bahwa FAM masih akan mendiskusikan masalah masa depan kursi kepelatihan timnas secara mendalam sebelum mengambil keputusan final.

Saat ini, skuad Malaysia masih dalam pendampingan pelatih interim, Tan Cheng Hoe, yang baru saja membawa tim tersebut mengamankan posisi ketiga dalam ajang FIFA ASEAN Cup 2026. Sementara itu, jika merujuk pada kontrak resmi Hajime Moriyasu bersama timnas Jepang, masa baktinya baru akan berakhir pada awal tahun 2027 mendatang. Hal ini menjadikan turnamen Piala Asia tahun depan sebagai agenda besar terakhir yang akan dijalani Moriyasu bersama Samurai Biru, sehingga spekulasi mengenai masa depannya di klub atau timnas lain kemungkinan akan terus berkembang hingga kontraknya benar-benar tuntas.