Dewablog.com — Sebuah helikopter milik Angkatan Laut Amerika Serikat dilaporkan hilang kontak saat melakukan penerbangan di atas perairan Laut Merah. Insiden tersebut terjadi setelah helikopter itu mengirimkan sinyal darurat ketika berada di dekat wilayah pesisir Yanbu, Arab Saudi, pada Senin (5/10/2026) petang.
Helikopter militer yang hilang tersebut diketahui merupakan jenis Sikorsky MH-60R Seahawk dengan call sign VVHR512. Berdasarkan data pelacakan penerbangan yang tersedia untuk publik, helikopter ini sempat memberikan sinyal darurat sekitar pukul 17.20 Eastern Time waktu Amerika Serikat. Sesaat sebelum terputus dari sistem pelacakan, helikopter tersebut terpantau terbang pada ketinggian 475 kaki atau setara 144 meter di atas permukaan laut.
Data pelacakan menunjukkan penurunan ketinggian yang sangat drastis hingga mencapai nol kaki sebelum akhirnya menghilang sepenuhnya dari pantauan radar publik. Meski sempat ada sinyal darurat, otoritas terkait hingga saat ini belum memberikan penjelasan mengenai penyebab pasti gangguan yang dialami oleh awak helikopter tersebut. Kondisi geografis perairan Laut Merah yang luas menambah tantangan dalam upaya pelacakan keberadaan helikopter tersebut.
Hingga Senin malam, pihak Angkatan Laut Amerika Serikat belum merilis pernyataan resmi atau memberikan keterangan rinci mengenai nasib para kru yang berada di dalam helikopter. Informasi mengenai jumlah personel maupun misi yang sedang dijalankan oleh helikopter tersebut masih tertutup rapat, sehingga memicu berbagai spekulasi mengenai insiden yang menimpa armada militer tersebut.
Di media sosial, beredar berbagai laporan tidak resmi yang mengindikasikan kemungkinan terjadinya kecelakaan atau pendaratan darurat di tengah laut. Namun, berbagai informasi tersebut belum dapat diverifikasi kebenarannya karena belum adanya konfirmasi resmi dari pihak militer AS maupun otoritas Arab Saudi. Hingga berita ini diturunkan, upaya pencarian dan penyelamatan terus dilakukan untuk memastikan kondisi helikopter serta seluruh awak yang berada di dalamnya.
Ketiadaan informasi resmi ini membuat situasi di lapangan masih belum jelas, terutama terkait apakah helikopter tersebut mengalami kegagalan teknis atau adanya faktor eksternal lainnya. Pengamat militer menekankan bahwa data pelacakan yang menunjukkan penurunan ketinggian secara mendadak sering kali menjadi indikator awal adanya gangguan serius pada mesin atau kendali penerbangan. Publik masih menunggu keterangan lebih lanjut dari pihak berwenang guna mendapatkan kejelasan mengenai insiden yang terjadi di wilayah strategis Laut Merah tersebut.


