Dewablog.com — Identitas pria yang ditemukan tewas dengan kondisi tangan terborgol di sebuah rumah kosong di Desa Kebonadem, Kecamatan Brangsong, Kabupaten Kendal, akhirnya berhasil diungkap oleh pihak kepolisian. Korban diketahui bernama Donna Nuzulul Aditya, seorang laki-laki berusia 29 tahun yang merupakan warga Kampung Karangsari, Kelurahan Sarirejo, Kecamatan Kaliwungu, Kendal.
Pengungkapan identitas korban tersebut merupakan hasil kerja keras tim gabungan yang terdiri dari personel Inafis Polda Jawa Tengah bersama dengan Inafis Polres Kendal. Proses identifikasi dilakukan secara mendalam untuk memastikan sosok pria yang sebelumnya ditemukan dalam kondisi mengenaskan oleh warga setempat di sebuah bangunan yang sedianya akan difungsikan sebagai SPPG.
“Sore tadi, tim gabungan berhasil mengungkap identitas korban. Korban ini bernama Donna warga Kecamatan Kaliwungu yang berusia 29 tahun,” ujar Kapolres Kendal, AKBP Ratna Quratul Ainy.
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis melalui proses autopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Semarang, tim forensik menemukan fakta bahwa korban meninggal dunia akibat adanya luka serius pada bagian belakang kepala. Luka tersebut diduga kuat disebabkan oleh hantaman benda tumpul yang dilakukan oleh pelaku. Selain itu, pihak kepolisian memperkirakan bahwa korban telah meninggal dunia dalam rentang waktu lima hingga sepuluh hari sebelum akhirnya ditemukan oleh warga.
Kejadian ini bermula ketika warga sekitar mencium aroma tidak sedap yang menyengat dari dalam rumah kosong tersebut selama beberapa hari terakhir. Penasaran dengan bau tersebut, warga kemudian melakukan pengecekan dan menemukan sesosok jenazah dalam kondisi terlentang di lantai dua. Saat ditemukan, posisi tangan kiri korban tampak terangkat karena terborgol dan tertaut kuat pada teralis jendela bangunan.
Hingga saat ini, jajaran Satreskrim Polres Kendal masih terus melakukan pendalaman intensif guna mengungkap motif di balik dugaan tindak pidana pembunuhan ini. Pihak kepolisian berkomitmen untuk memburu pelaku yang hingga kini masih dalam proses pengejaran. Meskipun penyelidikan terus berjalan, kepolisian belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut mengenai motif spesifik di balik aksi keji tersebut karena pelaku utama belum tertangkap.
Pihak kepolisian menyatakan bahwa seluruh keterangan saksi di lokasi kejadian dan bukti-bukti pendukung yang ditemukan di tempat kejadian perkara kini tengah dianalisis lebih lanjut. Penemuan jasad dengan kondisi tangan terborgol ini pun menyita perhatian warga setempat karena dianggap sebagai aksi kriminal yang sangat terencana. Aparat berjanji akan mengusut tuntas kasus ini hingga pelaku dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya di depan hukum.


