Dewablog.com — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil melanjutkan tren penguatan pada perdagangan Selasa (6/10/2026) dengan ditutup di zona hijau. Indeks acuan domestik tersebut tercatat menguat sebesar 1,21 persen dan berakhir di level 6.192,93. Kenaikan ini mempertegas performa positif pasar modal dalam negeri setelah memulai pekan dengan catatan serupa.
Aktivitas perdagangan sepanjang hari berlangsung cukup dinamis dengan total volume transaksi mencapai 468,95 juta lot. Frekuensi transaksi tercatat sebanyak 1,87 juta kali, yang menghasilkan nilai transaksi keseluruhan sebesar Rp12,35 triliun. Meskipun indeks berhasil mencatatkan kenaikan, dinamika pasar tetap diwarnai dengan aksi jual bersih oleh investor asing sebesar Rp629,87 miliar di seluruh pasar.
Tekanan jual dari investor asing tersebut terbagi ke dalam dua segmen utama. Di pasar reguler, investor asing melakukan penjualan bersih senilai Rp597,49 miliar, sementara di pasar negosiasi dan tunai, aksi jual tercatat sebesar Rp32,37 miliar. Kendati demikian, tekanan jual tersebut tidak menghalangi IHSG untuk tetap menguat karena adanya aksi beli yang terkonsentrasi pada sejumlah saham berkapitalisasi besar.
Beberapa emiten terpantau menjadi sasaran utama akumulasi beli oleh investor asing sepanjang hari perdagangan. Saham PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) memimpin daftar dengan nilai beli bersih mencapai Rp58,91 miliar. Diikuti oleh saham perbankan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) dengan nilai beli bersih sebesar Rp45,80 miliar.
Selanjutnya, sektor pertambangan dan energi turut menarik minat beli investor asing. Saham PT Timah Tbk. (TINS) mencatatkan beli bersih sebesar Rp38,24 miliar, disusul oleh PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) dengan Rp35,76 miliar, dan PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) sebesar Rp26,91 miliar. Kehadiran saham-saham sektor komoditas ini memberikan kontribusi signifikan terhadap daya tahan indeks di tengah sentimen pasar yang fluktuatif.
Selain itu, saham-saham lain yang masuk dalam daftar 10 besar pembelian bersih investor asing meliputi PT Energi Mega Persada Tbk. (ENRG) sebesar Rp20,85 miliar, PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) senilai Rp20,31 miliar, serta PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) sebesar Rp19,35 miliar. Daftar tersebut dilengkapi oleh PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) dengan Rp18,12 miliar dan PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) sebesar Rp14,34 miliar.
Kombinasi antara aksi beli pada emiten-emiten tersebut terbukti mampu menopang pergerakan IHSG di zona positif. Fokus investor asing terhadap saham-saham di sektor energi dan perbankan menunjukkan optimisme yang berkelanjutan terhadap prospek kinerja emiten-emiten tersebut, meskipun secara keseluruhan pasar masih mencatatkan aliran dana keluar dari investor asing.


