Dewablog.com — Petugas pemadam kebakaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang masih berjibaku memadamkan kobaran api di sebuah gudang pipa paralon di kawasan Legok, Kabupaten Tangerang. Operasi pemadaman intensif tersebut telah berlangsung lebih dari 12 jam sejak Selasa sore dan belum sepenuhnya rampung hingga Rabu siang.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Insiden kebakaran hebat tersebut melanda fasilitas pergudangan milik PT Mitra Bangun Abadi yang memproduksi pipa One Plus. Selain meluluhlantakkan bangunan gudang utama, sambaran si jago merah dilaporkan turut merembet dan menimbulkan kerusakan ringan pada bagian dapur tiga unit rumah warga yang berdekatan dengan lokasi kejadian.

Pantauan dari dokumentasi visual BPBD Kabupaten Tangerang memperlihatkan bahwa area yang terbakar kini sudah mulai dapat dikendalikan oleh tim di lapangan. Kendati kobaran api besar telah mereda dan menyisakan rangka-rangka konstruksi besi yang hancur, petugas masih mendapati kepulan asap pekat serta sejumlah titik api kecil di antara puing-puing material pipa.

Berdasarkan catatan data resmi BPBD Kabupaten Tangerang, laporan awal mengenai peristiwa kebakaran tersebut pertama kali diterima oleh pusat pengendali operasi pada Selasa (13/10/2026) sekitar pukul 16.33 WIB. Menindaklanjuti laporan darurat itu, unit pemadam langsung dikerahkan secara bertahap menuju lokasi kejadian untuk memutus jalur penjalaran api ke permukiman sekitarnya.

Demi menjinakkan api yang membakar tumpukan material plastik dan polimer yang mudah tersulut, otoritas penanggulangan bencana mengerahkan sedikitnya 18 unit mobil pemadam kebakaran. Personel damkar di lapangan terus bersiaga tanpa henti guna menyemprotkan pasokan air dan cairan pendingin pada tumpukan sisa material yang masih berpotensi memicu letupan api baru.

Penyelidikan awal mengindikasikan bahwa peristiwa nahas ini dipicu oleh aktivitas pembakaran sampah sembarangan di sekitar area pergudangan. Api dari pembakaran limbah tersebut diduga ditinggalkan tanpa pengawasan hingga membesar dan menjalar ke struktur bangunan penyimpanan pipa paralon.

“Seorang warga tidak bertanggung jawab membakar sampah yang berada di belakang bengkel yang berada dekat dengan gudang pipa PT Mitra Bangun Abadi,” terang perwakilan BPBD Kabupaten Tangerang dalam keterangan tertulisnya.

Pihak BPBD menjelaskan lebih lanjut bahwa kobaran api dari bakaran sampah tersebut dengan sangat cepat merembet ke bagian belakang gudang pipa sekitar pukul 16.33 WIB. Keberadaan material paralon sintetis yang sangat rentan terhadap suhu tinggi membuat nyala api seketika membubung tinggi dan meluas ke area sekitarnya dalam hitungan menit.

Beruntung, otoritas penanggulangan bencana memastikan tidak ada korban luka maupun korban jiwa yang timbul akibat bencana kebakaran ini. Hingga kini, petugas masih terus melangsungkan proses pendinginan secara menyeluruh untuk memastikan tidak ada bara api tersembunyi sebelum menyatakan lokasi benar-benar aman.