Dewablog.com — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung melakukan peninjauan sekaligus meresmikan gedung baru hasil revitalisasi SDN 05 Pekayon dan SMPN 91 di Pasar Rebo, Jakarta Timur, pada Senin (12/10/2026). Proyek revitalisasi ini mengubah bangunan sekolah yang telah berusia 60 tahun menjadi gedung bertingkat yang terintegrasi, dengan tujuan memaksimalkan keterbatasan lahan di wilayah ibu kota.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Fasilitas di kedua sekolah tersebut kini telah mengalami peningkatan signifikan, mencakup penggunaan lift, lapangan olahraga yang representatif, perpustakaan, hingga infrastruktur pembelajaran berbasis digital. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengalokasikan anggaran sebesar Rp 101,3 miliar untuk menyatukan fasilitas SD dan SMP dalam satu kompleks gedung bertingkat yang efisien.

“Alhamdulillah kalau dilihat menurut saya sekolah ini nggak kalah dengan sekolah-sekolah di luar negeri karena terintegrasi dengan baik,” ujar Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.

Konsep integrasi ini menjadi solusi strategis bagi Pemprov DKI Jakarta dalam menghadapi mahalnya harga lahan di pusat kota. Dengan membangun gedung vertikal, pihak sekolah dapat menyediakan fasilitas yang lebih lengkap dan beragam tanpa harus memperluas area tanah. Pramono menekankan bahwa efektivitas penggunaan lahan adalah kunci utama agar anak-anak didik di Jakarta mendapatkan pilihan sarana belajar yang lebih berkualitas dan modern.

Dampak nyata dari revitalisasi ini dirasakan langsung oleh civitas akademika SMPN 91 Jakarta. Kepala sekolah mengungkapkan bahwa sebelum adanya renovasi, pihak sekolah terpaksa menerapkan sistem belajar dua sif karena keterbatasan ruang kelas. Kini, dengan adanya gedung baru yang terintegrasi, seluruh siswa dapat melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara serentak pada pagi hari, yang diharapkan dapat meningkatkan efektivitas waktu dan kualitas pendidikan bagi para siswa.

Meskipun fasilitas penunjang seperti lift telah tersedia, pihak sekolah masih menerapkan prosedur pendampingan khusus bagi siswa. Guru-guru ditugaskan untuk memantau penggunaan lift, terutama bagi siswa penyandang disabilitas maupun mereka yang memerlukan perhatian medis khusus. Kebijakan ini diambil sebagai bagian dari proses adaptasi siswa terhadap infrastruktur baru yang lebih canggih dan modern di lingkungan sekolah.

Pramono juga menyoroti pentingnya literasi digital di lingkungan sekolah saat ini. Menurutnya, fasilitas pembelajaran digital yang tersedia di SDN 05 Pekayon dan SMPN 91 sudah sangat memadai dan mampu bersaing dengan standar pendidikan modern. Ia berharap seluruh elemen sekolah, mulai dari guru, siswa, hingga warga sekitar, dapat menjaga fasilitas tersebut agar tetap terawat dan berfungsi dalam jangka waktu yang panjang.

Lebih lanjut, program revitalisasi gedung sekolah ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Pemprov DKI Jakarta. Hingga saat ini, sebanyak 16 dari 19 gedung sekolah yang ditargetkan untuk direvitalisasi pada tahun anggaran 2025 telah rampung dikerjakan. Total anggaran yang dikucurkan untuk proyek ini mencapai Rp 876,79 miliar, sebuah investasi besar yang didukung penuh oleh DPRD DKI Jakarta demi kemajuan kualitas pendidikan di ibu kota.

Pramono mengingatkan bahwa tantangan terbesar dalam pembangunan infrastruktur publik di Jakarta bukan hanya terletak pada proses konstruksi, melainkan pada aspek pemeliharaan fasilitas. Ia mengajak masyarakat untuk menumbuhkan budaya menjaga sarana sekolah yang telah diperbaiki. Ke depan, pembenahan fasilitas serupa diharapkan mampu memicu semangat belajar para siswa sekaligus menekan angka kesenjangan sarana pendidikan di berbagai wilayah Jakarta.