Dewablog.com — Langkah tunggal putri Indonesia, Putri Kusuma Wardani, harus terhenti di babak perempatfinal kejuaraan bulutangkis Denmark Open 2026 setelah mengakui keunggulan pemain unggulan kedua asal China, Wang Zhi Yi. Bertanding di Lapangan 1 SJF Bank Arena, Odense, pada Jumat (16/10/2026), pemain yang akrab disapa Putri KW tersebut menyerah dua gim langsung dengan skor 17-21 dan 16-21 dalam laga yang berlangsung selama 40 menit.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kekalahan ini memupus harapan Indonesia untuk menyabet gelar di sektor tunggal putri pada ajang bergengsi level BWF World Tour Super 750 tersebut. Meskipun harus menyudahi perjalanannya lebih awal, Putri KW sejatinya sempat memberikan perlawanan sengit dan menunjukkan dominasi pada awal pertandingan sebelum akhirnya mampu diimbangi oleh permainan konsisten yang ditunjukkan oleh Wang Zhi Yi.

Jalannya pertandingan pada gim pertama diawali dengan penampilan sangat menjanjikan dari Putri KW. Tunggal putri Indonesia tersebut langsung mengambil inisiatif serangan dan berhasil menekan pertahanan lawan hingga memimpin jauh dengan skor 11-3 saat interval gim pertama. Keunggulan delapan angka tersebut awalnya membuka peluang besar bagi Putri untuk mengamankan gim pembuka.

Namun, pasca-jeda interval, Wang Zhi Yi perlahan mulai bangkit dan menemukan ritme permainannya. Pemain asal China tersebut meraih poin demi poin secara konsisten hingga berhasil menyamakan kedudukan menjadi 14-14. Persaingan sempat berlangsung ketat hingga papan skor menunjukkan angka 15-16. Momen krusial terjadi ketika Wang Zhi Yi berhasil meraih empat poin beruntun untuk berbalik unggul 19-16. Kendati Putri sempat menambah satu angka, Wang langsung merespons dengan meraih dua poin berikutnya untuk menutup gim pertama dengan kemenangan 21-17.

Memasuki gim kedua, Putri KW kembali berusaha memegang kendali permainan pada awal laga. Ia sempat mengungguli Wang Zhi Yi dengan skor 5-3 dan melebarkan jarak menjadi 7-4. Kendati demikian, Wang Zhi Yi tidak membiarkan Putri melaju lebih jauh dan berhasil mengejar ketertinggalan hingga menyamakan skor menjadi 9-9, sebelum akhirnya mengamankan interval gim kedua dengan keunggulan tipis 11-10.

Pertarungan berlanjut sengit setelah interval hingga kedudukan kembali imbang 13-13. Pada momen inilah momentum pertandingan sepenuhnya berpindah ke tangan Wang Zhi Yi. Pemain unggulan kedua tersebut tampil sangat dominan dengan meraih tujuh poin beruntun tanpa balas, yang membawanya meraih match point pada kedudukan 20-13. Putri KW sempat menunjukkan semangat pantang menyerah dengan menggagalkan tiga kesempatan match point lawan hingga menipiskan skor menjadi 16-20. Meski demikian, Wang Zhi Yi tidak menyia-nyiakan kesempatan keempatnya dan langsung mengunci kemenangan gim kedua dengan skor 21-16.

Hasil ini membuat wakil Indonesia masih harus berjuang keras di sektor lain untuk menambah perolehan gelar di turnamen Denmark Open. Sejarah mencatat, capaian prestasi wakil Merah Putih di turnamen ini cukup dinamis dalam beberapa tahun terakhir. Setelah keberhasilan pasangan ganda putra Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo yang mencetak gelar beruntun pada edisi 2018 dan 2019, Indonesia baru mengoleksi dua gelar tambahan, yakni melalui pasangan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto di sektor ganda putra pada tahun 2022 serta Jonatan Christie di sektor tunggal putra pada edisi tahun lalu.