Dewablog.com — Pebulutangkis muda Indonesia, Moh Zaki Ubaidillah, mencatatkan prestasi gemilang dalam turnamen Yonex French Open 2026 yang berlangsung di Prancis. Atlet berusia 19 tahun asal Madura, Jawa Timur ini sukses memastikan langkahnya ke babak semifinal turnamen level BWF World Tour Super 750 tersebut setelah menundukkan wakil Chinese Taipei, Chi Yu Jen, dengan skor meyakinkan 21-15 dan 21-13.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Pertandingan yang berlangsung sengit tersebut menunjukkan dominasi taktis yang diterapkan Ubaidillah. Menghadapi lawan yang saat ini menempati peringkat ke-23 dunia, Ubaidillah mampu bermain dengan tenang terutama setelah memasuki interval gim. Kecepatan tempo permainan yang ditingkatkan oleh pebulutangkis muda ini terbukti sulit diantisipasi oleh lawan, sehingga ia berhasil mengendalikan jalannya pertandingan hingga poin terakhir.

Kemenangan ini sekaligus mempertegas dominasi Ubaidillah atas Chi Yu Jen dengan rekor pertemuan menjadi 2-0 untuk keunggulan atlet Indonesia tersebut. Keberhasilan menembus babak empat besar pada turnamen level tinggi ini menjadi pencapaian signifikan bagi karier profesionalnya yang terus menanjak sejak awal tahun.

“Alhamdulillah saya sangat senang bisa bermain dengan baik tanpa cedera dan meraih kemenangan hari ini. Semifinal di level Super 750 merupakan pencapaian luar biasa bagi saya tahun ini, saya selalu belajar dari setiap pertandingan yang saya jalani baik saat menang maupun kalah,” ujar Moh Zaki Ubaidillah.

Dalam keterangannya, Ubaidillah menceritakan bahwa pertandingan tersebut sempat berjalan ketat di awal gim pertama. Ia sempat mengalami insiden kecil berupa luka pada bagian tubuhnya di pertengahan gim, namun hal tersebut justru tidak menyurutkan konsentrasinya. Sebaliknya, lawan justru tampak kehilangan fokus setelah sempat terjadi jeda pertolongan medis, yang dimanfaatkan dengan baik oleh Ubaidillah untuk mendulang poin krusial.

Atlet yang kerap disapa Ubed ini mengungkapkan bahwa keberhasilannya tidak lepas dari kedisiplinan dalam mengevaluasi setiap kesempatan yang ada. Ia mengaku menjadikan legenda bulutangkis dunia seperti Taufik Hidayat, Lin Dan, dan Lee Chong Wei sebagai inspirasi utama dalam membangun kariernya sejak kecil. Selain itu, ia juga menaruh perhatian besar pada perkembangan pemain muda lain seperti Alex Lanier yang dianggap memiliki karier cemerlang.

Menatap babak semifinal yang akan digelar esok hari, Ubaidillah menyatakan sikap waspada namun tetap tenang. Ia akan berhadapan dengan pemenang antara Toma Junior Popov atau Alex Lanier, yang keduanya merupakan wakil tuan rumah. Meski akan bermain di bawah tekanan suporter lawan, Ubaidillah memilih untuk tetap fokus pada permainannya sendiri dengan prinsip bermain tanpa beban demi memberikan hasil terbaik bagi Indonesia.

Pencapaian Ubaidillah ini diharapkan dapat terus memotivasi regenerasi tunggal putra Indonesia di kancah internasional. Konsistensi permainan yang ia tunjukkan selama gelaran French Open 2026 menjadi sinyal positif bagi masa depan bulutangkis tanah air di tengah ketatnya persaingan elite dunia.