Dewablog.com — Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong, menyatakan kesulitan untuk memberikan penilaian teknis secara menyeluruh terhadap lima pemainnya yang baru saja kembali dari tugas negara. Kelima penggawa Macan Kemayoran tersebut sebelumnya tergabung dalam skuad Timnas Indonesia yang berhasil mengamankan gelar juara pada ajang FIFA ASEAN Cup 2026.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Adapun kelima pemain Persija yang dimaksud adalah Rizky Ridho, Rayhan Hannan, Jordi Amat, Shayne Pattynama, dan Nadeo Argawinata. Kendati tim nasional berhasil menorehkan prestasi gemilang, minimnya kesempatan bermain yang didapatkan para pemain tersebut sepanjang turnamen membuat jajaran pelatih klub kesulitan melakukan evaluasi performa yang obyektif dan mendalam.

Shin Tae-yong menegaskan bahwa penilaian berbasis data pertandingan riil hanya bisa dilakukan jika seorang atlet mendapatkan durasi tampil yang memadai. Tanpa waktu bermain yang cukup, tim pelatih tidak memiliki parameter yang akurat untuk mengukur perkembangan teknis maupun kesiapan fisik para pemain tersebut di atas lapangan hijau.

“Kalau ada pemain yang bermain, baru bisa saya menilainya. Hampir tidak ada yang bisa bermain,” ujar Shin Tae-yong di Persija Training Ground, Depok, Rabu (7/10/2026).

Dalam rincian statistik turnamen, Rizky Ridho tercatat menjadi pemain dengan menit bermain terbanyak di antara rekan-rekannya dari Persija, yakni 139 menit dari empat penampilan. Meski sempat mencetak satu gol, ia hanya satu kali turun sebagai starter, sementara pemain lainnya seperti Hannan dan Shayne hanya mendapatkan kesempatan bermain singkat masing-masing 26 menit dan 19 menit. Jordi Amat dan Nadeo Argawinata bahkan lebih banyak menghabiskan waktu di bangku cadangan sepanjang turnamen.

Kurangnya durasi tampil ini berdampak langsung pada ritme permainan para pemain yang belum mencapai level optimal. Menurut Shin Tae-yong, tantangan utama bagi pemain pengganti adalah proses adaptasi fisik yang mendadak saat masuk di tengah pertandingan. Seringkali, seorang pemain baru mulai menemukan ritme dan napas yang maksimal saat durasi laga sudah mendekati akhir, sehingga kontribusi nyata sulit untuk diukur.

Situasi tersebut membuat tim pelatih Persija memilih untuk tidak terburu-buru mengambil kesimpulan terkait kualitas individu para pemainnya. Fokus utama yang diterapkan saat ini adalah membantu mengembalikan kebugaran fisik pemain pasca-turnamen agar mereka siap menghadapi lanjutan kompetisi domestik. Manajemen klub menyadari bahwa ketatnya persaingan di level tim nasional seringkali membatasi rotasi pemain, sehingga minimnya menit bermain dipandang sebagai konsekuensi wajar dari dinamika turnamen singkat.

Pelatih asal Korea Selatan tersebut menekankan bahwa penilaian terhadap atlet profesional tidak bisa disederhanakan hanya dengan melihat status mereka di dalam daftar susunan pemain. Intensitas pertandingan internasional menuntut aklimatisasi fisik yang tidak bisa didapatkan secara instan dalam durasi yang sangat singkat. Oleh karena itu, evaluasi komprehensif terhadap lima pemain tersebut saat ini masih ditunda hingga mereka kembali menunjukkan performa terbaiknya dalam agenda latihan dan pertandingan bersama klub.

Kini, seluruh pilar Macan Kemayoran telah kembali bergabung dalam sesi latihan rutin di Depok untuk mempersiapkan diri menghadapi tantangan berikutnya. Tim pelatih berkomitmen untuk terus memantau perkembangan fisik dan taktik para pemain guna memastikan mereka berada dalam kondisi puncak saat kompetisi domestik bergulir kembali. Keputusan untuk bersikap objektif dan tidak terburu-buru menjadi langkah strategis agar perkembangan karier pemain tetap terjaga secara berkelanjutan.