Dewablog.com — Borneo FC Samarinda berhasil mengamankan status sebagai pemuncak Grup D AFC Challenge League 2026 setelah memetik kemenangan 3-1 atas wakil Taiwan, Tainan City FC. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Segiri, Samarinda, pada Rabu (21/10/2026) tersebut menjadi laga penentu bagi skuad Pesut Etam untuk memastikan langkah mereka ke fase selanjutnya dengan catatan sempurna.
Kemenangan ini membawa Borneo FC mengumpulkan total enam poin dari dua pertandingan yang telah dijalani. Sebelumnya, tim kebanggaan masyarakat Samarinda ini juga berhasil mencatatkan hasil positif dengan menundukkan Yangon United dari Myanmar dengan skor 2-0. Keberhasilan ini semakin istimewa mengingat persaingan di Grup D hanya diikuti oleh tiga tim setelah One Taguig dari Filipina resmi mengundurkan diri akibat masalah internal klub.
Pertandingan kontra Tainan City FC sempat diwarnai kejutan ketika tim tamu unggul lebih dulu pada menit ke-11. Kim Sang-jun berhasil membobol gawang Kadu setelah menyusuri sisi kiri pertahanan Borneo FC dan melepaskan tembakan terukur ke tiang dekat. Gol tersebut sempat memberikan tekanan bagi tim tuan rumah yang harus bekerja keras untuk mengejar ketertinggalan di hadapan pendukungnya sendiri.
Borneo FC mencoba merespons cepat melalui serangkaian serangan intensif. Juan Villa sempat melepaskan percobaan spekulatif dari tengah lapangan yang nyaris berbuah gol, namun kiper Tainan City, Pan Wen-chieh, masih mampu mengantisipasinya. Upaya serupa juga dilakukan oleh Daniel Mijolajewski melalui sundulan kepala, namun bola membentur tiang gawang dan gagal menyamakan kedudukan.
Memasuki babak kedua, perubahan taktik yang diterapkan Borneo FC mulai membuahkan hasil signifikan. Juan Villa akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-51 melalui aksi individu yang ciamik, disusul tembakan keras ke sudut gawang yang tak mampu dijangkau kiper lawan. Keunggulan tersebut meningkatkan kepercayaan diri para pemain Borneo FC dalam menguasai jalannya laga.
Enam menit berselang, giliran Kablan N’Goma yang mencatatkan namanya di papan skor setelah menerima umpan terobosan matang dari Juan Villa. Kerjasama apik antara kedua pemain tersebut memudahkan N’Goma untuk menuntaskan peluang dengan tembakan kaki kiri yang akurat ke dalam gawang Tainan City FC.
Keunggulan Borneo FC semakin dipertegas lewat gol debut pemain muda Amar Brkic pada menit ke-82. Pemain yang merupakan bagian dari Timnas U20 Indonesia tersebut mencetak gol penutup melalui tembakan keras yang memastikan kemenangan 3-1 bagi tuan rumah. Gol tersebut sekaligus menjadi torehan perdana bagi sang pemain sejak berseragam Pesut Etam.
Secara keseluruhan, Borneo FC tampil mendominasi di sepanjang babak kedua dengan mencatatkan sejumlah peluang emas lainnya, termasuk aksi Hugo Samir yang beberapa kali mengancam gawang Pan Wen-chieh. Meski Tainan City FC sesekali melakukan serangan balik berbahaya, kiper Kadu tampil sigap, termasuk saat melakukan penyelamatan krusial pada menit ke-64 dalam situasi satu lawan satu.
Hasil ini menegaskan dominasi Borneo FC di kancah sepak bola Asia kasta ketiga tersebut. Dengan menyapu bersih dua laga tersisa, mereka berhak melaju sebagai juara grup dengan modal kepercayaan diri tinggi untuk menghadapi laga-laga selanjutnya. Fokus tim kini beralih pada pemulihan fisik pemain guna menghadapi tantangan di babak berikutnya yang diprediksi akan jauh lebih kompetitif.
Susunan pemain Borneo FC yang diturunkan dalam laga ini meliputi Kadu sebagai penjaga gawang, didukung oleh lini belakang yang diisi oleh Rei Okada, Daniel Mijolajewski, Mendonca, dan Sonriza. Di sektor tengah, Van Basty dan Juan Villa mengendalikan permainan, sementara N’Goma, Gabriel, dan Hugo Samir menopang pergerakan Diarra di lini depan. Pergantian pemain seperti masuknya Amar Brkic dan Astina terbukti memberikan dampak signifikan dalam menjaga intensitas serangan hingga peluit akhir dibunyikan.


