Dewablog.com — Lembaga pemeringkatan pendidikan tinggi dunia, Quacquarelli Symonds (QS), secara resmi telah merilis hasil QS Asia University Rankings 2027. Dalam laporan terbaru ini, sebanyak 115 perguruan tinggi asal Indonesia berhasil masuk dalam daftar peringkat universitas terbaik di level Asia. Capaian ini menunjukkan peningkatan partisipasi institusi pendidikan tinggi tanah air dalam kancah kompetisi global yang rutin diselenggarakan setiap tahun sejak 2009.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali mengukuhkan posisinya sebagai institusi pendidikan tinggi dengan peringkat tertinggi di Indonesia. Berdasarkan data QS Asia University Rankings 2027, UGM menempati urutan ke-53 di Asia dengan perolehan skor keseluruhan mencapai 82,2. Posisi ini menempatkan UGM di atas berbagai perguruan tinggi ternama lainnya di Indonesia yang juga mencatatkan performa signifikan dalam penilaian tersebut.

Penyusunan peringkat ini menggunakan metodologi yang serupa dengan QS World University Rankings, namun dengan penyesuaian bobot serta penambahan indikator khusus untuk kawasan Asia. Terdapat 11 indikator utama yang menjadi acuan, mencakup reputasi akademis dengan bobot 30 persen dan reputasi perusahaan sebesar 20 persen. Selain itu, faktor rasio dosen terhadap mahasiswa, jaringan penelitian internasional, serta sitasi per makalah masing-masing memberikan kontribusi sebesar 10 persen dalam penilaian akhir.

Aspek lainnya yang diperhitungkan meliputi produktivitas makalah per fakultas dan staf dengan gelar PhD, yang masing-masing memiliki bobot lima persen. Sementara itu, keterbukaan institusi terhadap lingkungan internasional juga menjadi poin penilaian penting, mencakup proporsi dosen internasional, mahasiswa internasional, serta mobilitas mahasiswa pertukaran, baik yang masuk maupun keluar, yang masing-masing diberikan bobot 2,5 persen.

Setelah UGM, daftar peringkat universitas Indonesia dalam skala Asia diikuti oleh Universitas Airlangga (Unair) yang berada di peringkat ke-55 dan Universitas Indonesia (UI) di posisi ke-56. Institut Teknologi Bandung (ITB) menyusul di peringkat ke-67, kemudian IPB University berada di posisi ke-100. Peringkat ini memberikan gambaran mengenai daya saing institusi pendidikan tinggi Indonesia di mata komunitas internasional.

Beberapa universitas lainnya yang masuk dalam jajaran atas di Indonesia meliputi Universitas Padjadjaran (Unpad) di peringkat ke-101, serta Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) yang menempati peringkat ke-105. Universitas Diponegoro (Undip) dan Universitas Brawijaya (UB) juga masuk dalam daftar dengan masing-masing menempati posisi ke-116 dan ke-119. Melengkapi jajaran 11 besar kampus terbaik nasional dalam rilis ini, Universitas Sebelas Maret (UNS) berada di urutan ke-158, sementara Binus University menempati peringkat ke-173 di tingkat Asia.

Pencapaian ini diharapkan menjadi motivasi bagi institusi pendidikan tinggi di tanah air untuk terus meningkatkan standar kualitas, baik dari segi pengajaran, riset, maupun kolaborasi internasional. Keikutsertaan dalam pemeringkatan ini bukan sekadar mengejar angka, melainkan cerminan dari komitmen universitas dalam memenuhi standar global yang kompetitif. Bagi para calon mahasiswa, daftar ini dapat menjadi referensi dalam memilih perguruan tinggi yang memiliki reputasi akademis serta konektivitas yang diakui secara luas di tingkat regional Asia.