Dewablog.com — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan sesi pertama di zona hijau dengan penguatan signifikan sebesar 96,41 poin atau naik 1,96 persen menuju level 5.016,18. Laju positif indeks saham domestik tersebut diiringi oleh maraknya aktivitas perdagangan yang melibatkan akumulasi pembelian bersih dari para investor asing di pasar modal Indonesia.
Aktivitas transaksi sepanjang paruh pertama perdagangan mencatatkan total volume perputaran saham mencapai 145,24 juta lot. Secara keseluruhan, nilai transaksi yang tercipta di bursa saham domestik berhasil menembus angka Rp5.721,13 miliar atau sekitar Rp5,72 triliun, mencerminkan tingginya dinamika transaksi antara pelaku pasar lokal maupun mancanegara.
Berdasarkan data perdagangan pasar saham yang dihimpun pada pertengahan hari perdagangan Kamis, investor asing secara agregat mencatatkan aksi beli bersih (net foreign buy) mencapai Rp72,93 miliar di seluruh pasar. Total transaksi pembelian yang dilakukan investor luar negeri menyentuh angka Rp1,93 triliun, sementara aksi penjualan asing tercatat berada pada kisaran Rp1,85 triliun.
Sebagian besar dana asing mengalir deras ke saham-saham berkapitalisasi pasar besar. PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) menjadi emiten yang paling banyak diserbu investor luar negeri dengan membukukan nilai transaksi net buy tertinggi mencapai Rp143,15 miliar. Total perputaran saham BBCA yang dikoleksi asing tercatat mencapai 28,19 juta lembar saham.
Di posisi kedua emiten favorit asing, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) turut mencatatkan aksi beli bersih yang substansial. Investor luar negeri membukukan pembelian bersih sebesar Rp83,45 miliar atas saham perusahaan telekomunikasi milik negara tersebut, dengan total volume mencapai 41,87 juta lembar saham.
Sektor pertambangan dan mineral juga menyedot perhatian investor internasional. PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) menempati urutan ketiga daftar akumulasi beli bersih asing dengan nilai Rp61,54 miliar melalui perputaran volume sebanyak 16,95 juta lembar saham sepanjang perdagangan sesi pagi hingga siang tersebut.
Tren positif arus modal masuk berlanjut pada emiten konglomerasi PT Astra International Tbk. (ASII) yang membukukan transaksi beli bersih sebesar Rp47,57 miliar dengan volume 9,70 juta lembar saham. Tak ketinggalan, emiten pertambangan logam PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) juga mencatatkan akumulasi net buy asing senilai Rp45,73 miliar dengan volume 16,63 juta lembar saham.
Pergerakan beli bersih asing turut mengalir ke emiten tambang tembaga dan emas PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) senilai Rp36,65 miliar dengan volume 17,79 juta lembar saham. Selain itu, emiten perbankan pelat merah PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) mengantongi aksi beli bersih asing mencapai Rp16,93 miliar.
Tercatat pula saham PT Singaraja Putra Tbk. (SINI) masuk ke dalam jajaran emiten yang dikoleksi investor asing dengan nilai net buy mencapai Rp16,73 miliar. Sementara itu, dua emiten berbasis sumber daya alam lainnya, yaitu PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) dan PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS), mencatatkan beli bersih asing masing-masing sebesar Rp14,33 miliar dan Rp13,33 miliar.
Volume perdagangan saham DEWA dan BRMS oleh investor asing tergolong sangat besar di pasar reguler. Saham PT Darma Henwa Tbk. mencatatkan volume perputaran hingga 62,25 juta lembar saham, sedangkan saham PT Bumi Resources Minerals Tbk. mengumpulkan volume transaksi mencapai 40,52 juta lembar saham pada sesi pertama.
Meskipun arus modal asing mencatatkan surplus secara keseluruhan, aksi lepas saham atau jual bersih (net foreign sell) tetap diwarnai oleh penekanan pada sejumlah emiten perbankan besar. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) menjadi emiten yang paling banyak dilepas investor asing dengan nilai net sell mencapai Rp105,95 miliar, melibatkan volume penjualan sebanyak 38,51 juta lembar saham.
Tekanan jual juga berlanjut pada emiten perbankan BUMN lainnya, yakni PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI). Investor luar negeri mencatatkan aksi lego bersih pada saham BMRI sebesar Rp71,19 miliar dengan total volume pelepasan mencapai 19,45 juta lembar saham.
Selain perbankan, emiten sektor energi dan petrokimia tidak luput dari aksi pelepasan portofolio oleh pemodal asing. PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) mencatatkan nilai net sell sebesar Rp37,40 miliar dengan volume 28,74 juta lembar saham, disusul PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI) yang dilepas sebesar Rp32,03 miliar dengan volume 3,08 juta lembar saham.
Saham emiten batu bara PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) turut mencatatkan aksi jual bersih asing senilai Rp20,57 miliar atas 6,84 juta lembar saham. Begitu pula dengan PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) yang mengantongi net sell sebesar Rp19,79 miliar dengan volume pelepasan 20,70 juta lembar saham, serta PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) sebesar Rp19,45 miliar atas 8,20 juta lembar saham.
Daftar aksi jual bersih investor asing pada paruh pertama perdagangan ditutup oleh emiten tambang emas PT Archi Indonesia Tbk. (ARCI) senilai Rp19,15 miliar dengan volume 20,05 juta lembar saham. Selanjutnya, PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) dan PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS) masing-masing mengalami pelepasan bersih sebesar Rp12,51 miliar dan Rp11,17 miliar.


