Dewablog.com — Kepolisian Daerah Banten membeberkan kronologi insiden kericuhan antarsuporter yang mewarnai pertandingan antara Persita Tangerang melawan Persija Jakarta di Banten International Stadium, Kota Serang, pada Sabtu (17/10) malam. Bentrokan antarkelompok pendukung tersebut dipicu oleh aksi saling melontarkan ejekan dan provokasi dari tribun penonton saat pertandingan sedang berlangsung.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Banten Komisaris Besar Polisi Maruli Hutapea menyampaikan bahwa gesekan antarsuporter pertama kali pecah ketika laga babak pertama baru bergulir sekitar 25 menit. Situasi yang memanas tersebut bahkan sempat memaksa jalannya pertandingan dihentikan sejenak demi keselamatan para pemain serta kelancaran pengamanan di lapangan.

“Pada menit ke-25 pertandingan babak pertama, terjadi saling ejek antara suporter Persija Jakarta dan Persita Tangerang di Gate 14. Situasi tersebut diduga dipicu oleh saling ejek dan provokasi saat masing-masing kelompok suporter menyampaikan yel-yel dukungan,” ujar Maruli Hutapea.

Menurut penjelasan Maruli, adu yel-yel yang berubah menjadi aksi provokasi tersebut dengan cepat memicu ketegangan di sejumlah titik tribun penonton. Gesekan verbal yang terjadi di Gate 14 tersebut tidak mereda sepenuhnya saat wasit menunda laga sejenak, melainkan meluas ke area tribun lainnya seiring meningkatnya tensi antarpendukung kedua kesebelasan.

Ketegangan susulan kemudian kembali meletus ketika pertandingan memasuki masa jeda turun minum babak pertama. Kali ini, titik keributan terkonsentrasi di area tribun Gate 5, Gate 6, dan Gate 7 stadion, setelah sejumlah suporter mulai bergerak melintasi batas area tribun.

Maruli menerangkan bahwa insiden pada jeda pertandingan tersebut bermula ketika sekelompok suporter Persija Jakarta mendatangi area tribun yang ditempati oleh suporter Persita Tangerang. Kehadiran kelompok suporter tersebut disertai tindakan provokasi yang langsung menyulut bentrokan antarkelompok secara terbuka.

Eskalasi situasi di tribun stadion semakin tidak terkendali ketika puluhan pendukung Persija lainnya ikut merangsek masuk ke area tribun suporter Persita. Keributan yang berlangsung cukup lama tersebut seketika memicu kepanikan, sehingga membuat banyak orang berlarian ke segala arah demi menyelamatkan diri dari amukan massa.

Maruli menambahkan, sejumlah suporter Persita Tangerang yang terdesak dalam keributan itu berupaya menyelamatkan diri dengan berbagai cara. Beberapa penonton di antaranya bahkan nekat melompati pagar pembatas tribun menuju lintasan lari atau jogging track di tepi lapangan demi menghindari bentrokan fisik.

“Dalam kejadian tersebut, tercatat 11 orang mengalami luka-luka akibat saling lempar dan terkilir saat saling kejar. Seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis di tiga fasilitas kesehatan, yakni RS Bhayangkara, RS Banten, dan RS Arafiq,” tutur Maruli.

Berdasarkan pendataan kepolisian, insiden bentrokan tersebut mengakibatkan total sebelas orang mengalami luka-luka. Cedera yang dialami para korban disebabkan oleh lemparan benda serta persendian yang terkilir ketika berusaha melarikan diri dan terlibat aksi saling kejar di tribun stadion.

Seluruh korban luka langsung dievakuasi dari kawasan stadion sesaat setelah situasi terkendali untuk mendapatkan penanganan medis intensif. Penanganan para korban disebar ke tiga fasilitas kesehatan terdekat, yaitu Rumah Sakit Bhayangkara, Rumah Sakit Banten, dan Rumah Sakit Arafiq.