Dewablog.com — Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak memberikan tanggapan terkait isu yang menyebutkan dirinya masuk dalam bursa calon Panglima TNI selanjutnya. Pernyataan tersebut disampaikan Maruli di sela-sela kegiatannya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Rabu (7/10), merespons pertanyaan awak media mengenai spekulasi pergantian pucuk pimpinan di lingkungan militer.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Maruli menegaskan bahwa secara normatif, seluruh kepala staf angkatan yang saat ini menjabat memiliki status sebagai kandidat calon Panglima TNI. Menurutnya, dinamika penunjukan calon Panglima merupakan hal yang lumrah dalam organisasi TNI karena telah diatur oleh undang-undang. Ia menanggapi isu tersebut dengan santai dan tidak menganggapnya sebagai sesuatu yang luar biasa atau di luar prosedur yang sudah ada selama ini.

“Ya enggak apa, kalau calon semua juga calon. Seluruh kepala staf calon,” ujar Jenderal Maruli Simanjuntak.

Lebih lanjut, mantan Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) ini menyatakan sikapnya yang tetap tenang dalam menghadapi berbagai spekulasi publik terkait jabatan strategis tersebut. Ia menekankan bahwa penunjukan Panglima TNI merupakan hak prerogatif yang dijalankan sesuai dengan mekanisme ketatanegaraan yang berlaku di Indonesia.

Perlu diketahui bahwa posisi Panglima TNI saat ini memang menjadi perhatian publik mengingat perannya yang sangat vital dalam menjaga kedaulatan negara. Mengacu pada Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI, khususnya Pasal 13, disebutkan bahwa jabatan Panglima TNI dapat dijabat secara bergantian oleh perwira tinggi aktif yang sedang atau pernah menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan dari masing-masing matra, baik Angkatan Darat, Angkatan Laut, maupun Angkatan Udara.

Jenderal Maruli Simanjuntak sendiri resmi dilantik menjadi KSAD sejak tahun 2023. Sebelum memegang tongkat komando tertinggi di Angkatan Darat, Maruli memiliki rekam jejak karier militer yang panjang. Ia pernah memimpin Kodam IX/Udayana yang mencakup wilayah Bali dan Nusa Tenggara, serta memiliki pengalaman luas di lingkungan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres). Pengalamannya mencakup posisi sebagai Komandan Grup A Paspampres, Wakil Komandan Paspampres, hingga puncaknya menjabat sebagai Komandan Paspampres.

Saat ini, struktur pimpinan matra di lingkungan TNI diisi oleh Laksamana M. Ali yang menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) dan Marsekal Tonny Harjono yang menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU). Ketiga sosok ini, termasuk Maruli, sering disebut-sebut sebagai kandidat potensial berdasarkan ketentuan undang-undang yang berlaku. Proses suksesi di tubuh TNI hingga saat ini masih terus berjalan sesuai dengan kebijakan pemerintah dan kebutuhan organisasi militer di tanah air.