Dewablog.com — Menteri Transportasi Spanyol, Oscar Puente, membeberkan kronologi insiden tabrakan maut yang melibatkan dua kereta api cepat di Spanyol. Kecelakaan tragis tersebut menewaskan sedikitnya 64 orang dan menyebabkan lebih dari seratus penumpang lainnya mengalami luka-luka. Peristiwa ini dinilai sangat tidak masuk akal mengingat teknologi keamanan perkeretaapian yang diterapkan di jalur tersebut.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Berdasarkan keterangan resmi pihak berwenang, kecelakaan maut itu berawal dari munculnya gangguan teknis pada sistem komputerisasi persinyalan utama LZB. Sistem otomatis ini dirancang untuk menghentikan seluruh pergerakan kereta di area terdampak secara otomatis begitu terjadi kegagalan sinyal. Ketika gangguan komputer tersebut terjadi, dua kereta cepat milik operator Renfe dan Iryo yang sedang beroperasi langsung terhenti demi keselamatan.

Setelah sistem keselamatan LZB menghentikan perjalanan secara otomatis, tanggung jawab pengawasan dan operasional diserahkan kepada pusat kendali milik Adif, lembaga pengelola infrastruktur perkeretaapian nasional Spanyol. Pusat kendali tersebut kemudian mengambil alih pengaturan lalu lintas kereta di wilayah terdampak untuk mengatasi penumpukan penundaan perjalanan.

Namun, keputusan berisiko tinggi diambil oleh petugas pengatur lalu lintas kereta di pusat kendali Adif. Pusat kendali mengizinkan armada kereta cepat Renfe untuk kembali melanjutkan perjalanannya. Petugas memberikan lampu hijau kepada masinis kereta Renfe meskipun indikator sinyal keselamatan pada jalur tersebut masih menunjukkan warna merah yang menandakan bahaya.

Pada saat yang bersamaan, armada kereta cepat Iryo yang bergerak dari arah berlawanan justru masih berada dalam posisi berhenti di atas rel. Kereta Iryo tersebut tertahan sekitar 25 kilometer tepat di depan jalur yang akan dilintasi oleh kereta cepat Renfe. Keputusan membiarkan dua kereta berada pada jalur berdampingan tanpa koordinasi ketat memicu bahaya fatal.

Izin melaju yang diberikan kepada kereta Renfe juga tidak disertai dengan instruksi pembatasan kecepatan secara khusus. Dampaknya, masinis kereta Renfe langsung memacu armadanya sesuai kecepatan operasional normal. Dalam rentang waktu antara pukul 08.36 hingga 08.52 waktu setempat, kereta Renfe melaju menempuh jarak sekitar 25 kilometer dengan kecepatan mencapai 200 kilometer per jam.

Laju kencang kereta Renfe tanpa pembatasan tersebut akhirnya berakhir tragis ketika kereta menghantam bagian kereta cepat Iryo yang masih berhenti diam di atas rel. Tabrakan keras antar-kereta berkecepatan tinggi itu tidak dapat dihindarkan, menyebabkan kerusakan hebat pada bagian gerbong serta memicu timbulnya banyak korban jiwa dan luka-luka di lokasi kejadian.

Menteri Transportasi Spanyol Oscar Puente mengaku sangat heran dan tidak habis pikir dengan keputusan yang diambil oleh pusat kendali lalu lintas kereta. Pihaknya menilai instruksi melintas yang diberikan kepada kereta Renfe di tengah keberadaan kereta lain yang terhenti di jalur yang sama merupakan tindakan yang sangat sulit dipahami secara rasional.

“Sungguh tidak masuk akal,” tegas Menteri Transportasi Spanyol Oscar Puente mengenai keputusan pusat kendali yang mengizinkan kereta melaju saat sinyal merah aktif.

Puente menegaskan kembali bahwa keputusan pusat kendali untuk mengizinkan kereta Renfe melanjutkan perjalanan, sementara kereta cepat Iryo masih berhenti diam di jalur yang sama, merupakan tindakan yang sama sekali tidak dapat dijelaskan dengan alasan keselamatan teknis apa pun. Penyelidikan mendalam kini disiapkan untuk mengusut tuntas penyebab pasti di balik keputusan keliru tersebut.

Dampak dari kecelakaan fatal ini dirasakan sangat berat bagi para korban dan keluarga mereka. Pemimpin wilayah Castilla-La Mancha, Emiliano Garcia-Page, mengonfirmasi bahwa jumlah korban tewas akibat tabrakan hebat dua kereta cepat tersebut telah mencapai puluhan orang di lokasi evakuasi.

“Kami mencatat sekitar 64 korban tewas, namun jumlah ini kemungkinan besar akan terus bertambah,” ujar Pemimpin Wilayah Castilla-La Mancha Emiliano Garcia-Page di lokasi kejadian.

Selain puluhan korban jiwa, insiden tragis ini juga mengakibatkan luka fisik berat maupun ringan bagi penumpang yang berada di dalam kedua kereta. Juru bicara pemerintah wilayah Castilla-La Mancha menyampaikan bahwa lebih dari 100 orang mengalami luka-luka akibat benturan keras saat tabrakan terjadi.

Dari total ratusan korban luka tersebut, sebanyak 58 orang di antaranya harus segera dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis darurat. Pihak rumah sakit melaporkan setidaknya 15 orang penumpang yang dirawat berada dalam kondisi kritis akibat luka parah yang diderita. Tim medis dan petugas tanggap darurat terus bekerja keras memberikan pertolongan maksimal bagi seluruh korban yang terdampak kecelakaan perkeretaapian ini.