Dewablog.com — Seorang pengemudi ojek online berinisial HS (56) harus menjalani tindakan medis operasi setelah menjadi korban kecelakaan beruntun yang melibatkan mobil BYD di Jalan Panglima Polim, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Jumat (23/10) sore. Korban mengalami cedera serius berupa patah tulang pada bagian kaki kiri serta luka lecet di beberapa bagian tubuhnya akibat terlindas mobil tersebut.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Anak korban, Ewis Hildayani, mengungkapkan bahwa ayahnya segera dilarikan ke Rumah Sakit Fatmawati untuk mendapatkan penanganan darurat segera setelah insiden terjadi. Operasi tersebut dilakukan untuk memulihkan kondisi tulang belakang dan kaki kiri korban yang mengalami cedera berat akibat hantaman kendaraan yang hilang kendali.

“Tulang belakang katanya remuk, sama tulang kaki kiri, katanya patah. Tadi siang dibedah, dioperasi,” ujar Ewis Hildayani.

Ewis menuturkan bahwa dirinya pertama kali menerima kabar kecelakaan tersebut pada Jumat malam, sesaat setelah korban tiba di rumah sakit. Melalui sambungan panggilan video, ia sempat melihat kondisi ayahnya sebelum pihak medis memutuskan untuk melakukan tindakan bedah. Pihak keluarga kini masih menanti perkembangan kondisi kesehatan sang ayah pascaoperasi, sembari berharap proses pemulihan berjalan lancar.

Kecelakaan nahas ini dilaporkan terjadi pada pukul 16.48 WIB. Berdasarkan keterangan resmi dari pihak kepolisian, insiden bermula saat mobil BYD dengan nomor polisi B-1220-KDP yang dikemudikan oleh pria berinisial S (46) melaju dari arah selatan menuju utara di kawasan Panglima Polim. Mobil tersebut diduga kehilangan kendali hingga menabrak kendaraan lain yang berada di depannya.

Kasi Laka Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Kharisma Arbita Bangsa, menjelaskan bahwa mobil BYD tersebut awalnya menabrak sebuah mobil Honda Brio yang melaju searah. Setelah benturan awal terjadi, mobil BYD kemudian oleng ke arah kiri dan menghantam sepeda motor Honda Beat yang dikendarai oleh korban, serta sebuah mobil Wuling yang berada di dekatnya.

Dampak kecelakaan tidak berhenti di situ, mobil BYD tersebut terus melaju hingga naik ke trotoar dan menabrak dua unit mobil lainnya yang sedang terparkir di pinggir jalan. Total terdapat empat kendaraan roda empat dan satu sepeda motor yang terlibat dalam peristiwa beruntun tersebut. Pihak kepolisian saat ini masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab pasti hilangnya kendali pengemudi mobil BYD tersebut.

Bagi keluarga korban, peristiwa ini menjadi pukulan berat mengingat Hasan Syukur merupakan tulang punggung keluarga yang selama ini merantau ke Jakarta. Ewis menyebut bahwa ayahnya biasanya pulang ke kampung halaman di Ciomas, Kabupaten Serang, sebulan sekali untuk menjenguk keluarga. Namun, kunjungan rutin tersebut kini terhambat karena kondisi kesehatan Hasan yang memerlukan perawatan intensif pascakecelakaan.

Meskipun dalam kondisi kritis, Ewis menyatakan bahwa pihak keluarga tetap berusaha tabah dan bersyukur karena ayahnya dinilai memiliki fisik yang kuat untuk menghadapi rangkaian prosedur medis. Hingga saat ini, pihak keluarga masih fokus pada pemulihan kesehatan Hasan di RS Fatmawati, sembari mengikuti perkembangan proses hukum yang ditangani oleh pihak berwajib atas kecelakaan yang menimpa kerabatnya tersebut.