Dewablog.com — Langkah ganda putra Indonesia, Sabar Karyaman Gutama dan Moh Reza Pahlevi Isfahani, di turnamen bulu tangkis Denmark Open 2026 harus terhenti lebih cepat. Berlaga di babak 32 besar pada Selasa (13/10/2026) di SJF Bank Arena, Odense, Denmark, pasangan yang menempati posisi unggulan ketujuh ini gagal melewati rintangan pertama setelah ditumbangkan oleh wakil Jepang, Hiroki Okamura dan Kyohei Yamashita.
Kekalahan ini menjadi catatan minor bagi Sabar dan Reza yang sebelumnya diproyeksikan mampu melaju lebih jauh dalam turnamen level tinggi ini. Sebagai pasangan unggulan, mereka dituntut untuk menunjukkan performa konsisten guna menjaga marwah serta posisi mereka di papan atas persaingan ganda putra dunia. Namun, tekanan di babak awal ternyata memberikan tantangan tersendiri bagi pasangan Merah-Putih tersebut di lapangan.
Pertandingan dimulai dengan tempo yang sangat cepat sejak servis pertama dilepaskan oleh pasangan Indonesia. Sabar dan Reza sempat menunjukkan dominasi awal dengan unggul tipis 3-2. Permainan agresif yang diperagakan kedua belah pihak membuat perubahan angka terjadi dalam durasi yang cukup singkat, memberikan intensitas tinggi sejak awal gim pertama.
Situasi kemudian berubah ketika Sabar dan Reza kehilangan momentum krusial yang seharusnya bisa dimanfaatkan untuk memperlebar keunggulan. Kesalahan-kesalahan sendiri yang dilakukan oleh pasangan Indonesia membuat Hiroki Okamura dan Kyohei Yamashita mampu menyamakan kedudukan menjadi 3-3. Kesempatan tersebut dimanfaatkan dengan baik oleh wakil Jepang yang kemudian mendulang tiga poin beruntun untuk membalikkan keadaan menjadi 5-3.
Kegagalan dalam mengantisipasi pola permainan lawan membuat Sabar dan Reza semakin tertekan di sisa waktu pertandingan. Kekalahan di babak pertama ini memaksa mereka untuk segera mengevaluasi pola permainan dan konsistensi mental di lapangan. Hasil ini sekaligus menambah daftar wakil Indonesia yang harus angkat koper lebih awal dari turnamen tersebut, menyusul hasil kurang memuaskan dari beberapa sektor lainnya.
Secara teknis, pasangan Jepang mampu tampil lebih tenang dan minim melakukan kesalahan sendiri dibandingkan dengan Sabar dan Reza. Dominasi Okamura dan Yamashita dalam menjaga konsistensi poin menjadi kunci utama mereka dalam mengendalikan alur pertandingan. Bagi Sabar dan Reza, hasil ini menjadi pengingat keras akan ketatnya peta persaingan ganda putra dunia yang tidak memberikan celah bagi kesalahan-kesalahan dasar di fase awal turnamen.


