Dewablog.com — Manchester United kembali menuai hasil mengecewakan dalam lanjutan kompetisi Liga Inggris setelah menelan kekalahan telak 0-3 dari Bournemouth di Stadion Old Trafford, Minggu waktu setempat. Kekalahan ini tidak hanya memperpanjang catatan buruk tim, tetapi juga membuat posisi klub asuhan Michael Carrick merosot drastis hingga ke peringkat ke-16 klasemen sementara.
Dominasi tim tamu sudah terlihat sejak babak pertama ketika Ryan membuka keunggulan bagi Bournemouth pada menit ke-38. Situasi semakin memburuk bagi tuan rumah saat Marcus Tavernier menggandakan keunggulan tim tamu tepat sebelum turun minum. Memasuki babak kedua, harapan untuk membalikkan keadaan pupus setelah Evanilson mencetak gol ketiga yang memastikan kemenangan telak bagi Bournemouth.
Hasil minor di kandang sendiri ini memicu gelombang kekecewaan dari para pendukung yang hadir langsung di stadion. Meskipun sebagian suporter sempat meneriakkan nama Michael Carrick sebagai bentuk dukungan moral, perhatian utama penggemar segera beralih kepada performa individu sejumlah pemain yang dianggap tampil di bawah standar selama 90 menit pertandingan.
Berdasarkan laporan media setempat, kemarahan suporter tertuju pada trio pemain bertahan yakni Harry Maguire, Lisandro Martinez, dan Senne Lammens. Ketiga pemain tersebut dianggap sebagai sosok utama yang bertanggung jawab atas rapuhnya pertahanan Manchester United sepanjang pertandingan berlangsung. Kritik pedas pun membanjiri berbagai platform media sosial segera setelah peluit panjang dibunyikan.
Salah satu pendukung di platform media sosial X secara terbuka mempertanyakan keputusan teknis dan performa pemain, khususnya menyoroti keterlibatan Lammens dalam proses terjadinya gol lawan. Pendukung lain secara spesifik menyebutkan bahwa kombinasi Maguire, Martinez, dan Lammens memberikan penampilan yang jauh dari harapan bagi tim sebesar Manchester United.
Kritik tajam juga mengarah pada proses terciptanya gol ketiga Bournemouth yang dicetak oleh Evanilson. Banyak penggemar menilai bahwa kegagalan koordinasi di lini pertahanan, terutama saat upaya menghalau pergerakan Evanilson, menunjukkan kelemahan fatal dalam skema bertahan tim. Minimnya inisiatif untuk segera melakukan pengejaran setelah lawan menembus pertahanan dianggap sebagai bentuk bencana taktis yang nyata.
Situasi ini menambah tekanan besar bagi skuad Manchester United yang kini harus berjuang keras memperbaiki posisi mereka di papan bawah klasemen. Dengan tren performa yang terus menurun, tuntutan perbaikan di berbagai sektor menjadi sorotan utama, baik dari sisi kepelatihan maupun kontribusi pemain di atas lapangan hijau. Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak klub terkait langkah evaluasi yang akan diambil pasca kekalahan memalukan di hadapan pendukung sendiri tersebut.


