Dewablog.com — Dua orang remaja dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan lalu lintas tunggal di ruas jalan kawasan Alam Sutera, Serpong, Tangerang Selatan, Banten, pada Jumat sore sekitar pukul 17.00 WIB. Peristiwa nahas tersebut bermula saat kedua korban bersama rekan-rekannya berupaya melarikan diri dari kejaran sekelompok pelajar lain yang mengejar mereka sembari menenteng senjata tajam.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Insiden maut ini sempat terekam kamera warga dan beredar luas di berbagai kanal media sosial. Dalam tayangan rekaman amatir yang tersebar, kedua korban tampak tergeletak tanpa bergerak di trotoar pinggir jalan dengan kondisi mengalami luka parah di bagian kepala. Saat pertama kali ditemukan oleh warga sekitar, kedua korban berada dalam posisi telungkup di dekat kendaraan yang mereka kendarai.

Sejumlah warga dan pengguna jalan yang melintas terlihat berkumpul di lokasi kejadian untuk memeriksa keadaan korban serta memastikan pertolongan. Pada video yang sama, tampak pula salah seorang rekan korban terduduk syok di trotoar tidak jauh dari posisi kedua temannya yang telah terbujur kaku di tepi jalan raya tersebut.

Kasi Humas Polres Tangerang Selatan Iptu Wahyuni membenarkan adanya insiden kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan dua orang remaja kehilangan nyawa di kawasan Alam Sutera tersebut. Wahyuni mengonfirmasi bahwa kepolisian langsung bergerak cepat mendatangi tempat kejadian perkara setelah menerima laporan dari masyarakat mengenai adanya korban tergeletak di pinggir jalan.

Wahyuni menerangkan bahwa peristiwa tersebut berawal ketika kedua korban bersama sejumlah kawannya baru saja selesai menyaksikan sekaligus menjadi suporter dalam sebuah pertandingan futsal. Usai pertandingan tersebut, kelompok korban sempat berkumpul dan beristirahat di sekitar kawasan stasiun pengisian bahan bakar umum Pertamina Alam Sutera pada Jumat sore.

Namun, situasi berubah mencekam ketika sekelompok pelajar lain yang teridentifikasi berasal dari SMK Yadika 4 Ciledug tiba-tiba datang dari arah Graha Raya. Rombongan pelajar yang baru tiba tersebut dilaporkan membawa berbagai jenis senjata tajam berukuran besar sehingga memicu kepanikan di kalangan korban dan rekan-rekannya.

Melihat adanya ancaman keselamatan dari rombongan bersenjata tajam tersebut, kedua korban bersama teman-temannya bergegas memacu sepeda motor menuju arah Sport Center Alam Sutera untuk menyelamatkan diri. Gerombolan pelajar yang membawa senjata tajam itu terus melakukan pengejaran secara agresif hingga memasuki Jalan Sutera Utama.

Aksi kejar-kejaran tersebut berlanjut hingga ke jalanan tepat di seberang pintu masuk Sekolah Laurensia. Pada saat itulah sepeda motor Honda Scoopy berwarna merah yang dikendarai oleh kedua korban berboncengan kehilangan kendali akibat laju kendaraan yang tinggi dan rasa panik saat diintimidasi oleh para pengejar.

Kendaraan roda dua tersebut oleng kemudian menabrak pembatas jalan dengan sangat keras sebelum akhirnya membentur tiang listrik yang berdiri kokoh di pinggir jalan raya. Benturan keras pada pembatas jalan dan tiang listrik tersebut mengakibatkan kedua remaja mengalami cedera parah pada bagian kepala hingga meninggal dunia seketika di lokasi kejadian.

Sementara itu, satu orang pelajar lainnya yang berada dalam rombongan korban berhasil memisahkan diri dan menyelamatkan diri dengan berlari masuk ke pos keamanan kawasan Alam Sutera untuk meminta perlindungan petugas sekuriti. Kehadiran saksi yang selamat tersebut turut membantu aparat kepolisian dalam merekonstruksi jalannya peristiwa pengejaran.

Menindaklanjuti insiden maut tersebut, Unit Reskrim Polsek Serpong langsung melakukan olah tempat kejadian perkara dan rangkaian penyelidikan intensif hingga berhasil mengamankan tiga orang pelajar yang diduga terlibat aksi pengejaran dengan senjata tajam. Ketiga pelajar yang diamankan tersebut seluruhnya berstatus sebagai siswa SMK Yadika 4 Ciledug.

Penangkapan terhadap ketiga pelajar dilakukan aparat di dua lokasi terpisah. Satu orang pelaku langsung diamankan oleh petugas di sekitar lokasi kejadian perkara, sedangkan dua pelaku lainnya ditangkap di kediaman mereka masing-masing tanpa perlawanan setelah identitas mereka berhasil dikantongi oleh tim penyidik.

Dari tangan para pelaku, aparat kepolisian menyita sejumlah barang bukti yang digunakan saat peristiwa pengejaran berlangsung. Barang bukti tersebut meliputi satu bilah senjata tajam jenis celurit berukuran besar dengan gagang berwarna merah, satu bilah arit, satu bilah golok, serta satu unit sepeda motor yang digunakan kelompok pengejar.

Saat ini dugaan tindak pidana terkait kepemilikan dan penyalahgunaan senjata tajam diproses secara intensif oleh penyidik Polsek Serpong sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku, dengan tetap mengedepankan asas perlindungan identitas anak yang berhadapan dengan hukum. Di sisi lain, penanganan perkara kecelakaan lalu lintas yang merenggut nyawa dua remaja ditangani secara terpisah oleh Unit Kecelakaan Lalu Lintas Satlantas Polres Tangerang Selatan.