Dewablog.com — Sebuah insiden ledakan tabung gas LPG berukuran tiga kilogram melanda pemukiman warga di kawasan Kampung Guji Baru RT 006 RW 002, Kelurahan Duri Kepa, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, pada Kamis pagi. Peristiwa tragis yang terjadi menjelang subuh tersebut mengakibatkan sedikitnya sepuluh unit bangunan rumah mengalami kerusakan parah hingga runtuh, serta menyebabkan tujuh orang warga mengalami luka-luka.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 04.20 WIB ketika aktivitas warga sekitar baru saja dimulai. Ledakan hebat yang berpusat dari salah satu rumah warga mendadak menggegerkan kawasan permukiman padat penduduk tersebut. Suara dentuman keras disertai kerusakan fisik bangunan secara instan memicu kepanikan warga di sekitar lokasi kejadian.

Kapolsek Kebon Jeruk AKP Darto Napitupulu membenarkan adanya musibah ledakan yang menghancurkan area pemukiman warga tersebut. Pihak kepolisian segera bergerak menuju tempat kejadian perkara untuk melakukan penanganan darurat, mengamankan area sekitar, serta mendata seluruh korban dan kerugian material yang ditimbulkan akibat insiden tersebut.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal kepolisian di lokasi kejadian, sumber awal titik ledakan terkonfirmasi berasal dari kediaman milik seorang warga bernama Idrus Salim. Insiden tersebut dipicu oleh kebocoran gas LPG yang terakumulasi di dalam ruangan dapur sebelum menyambar percikan api dari kompor yang hendak dinyalakan.

Kronologi kejadian bermula ketika istri dari Idrus Salim, yakni Sayuti, masuk ke area dapur untuk beraktivitas dan bermaksud menyalakan kompor gas. Tanpa disadari, tabung gas berukuran tiga kilogram yang berada di dapur tersebut ternyata sudah dalam keadaan bocor dan gasnya telah memenuhi sudut ruangan.

Saat kompor dipantik oleh Sayuti, seketika itu pula sambaran api menyambar gas yang terkumpul di udara hingga memicu ledakan dahsyat. Akibat hempasan ledakan dan kobaran api secara mendadak tersebut, Sayuti menderita luka bakar cukup serius pada bagian tubuhnya dan langsung mendapatkan pertolongan medis.

“Saat Saudari Sayuti, istri Idrus, sedang menyalakan gas LPG yang letaknya berada di dapur, namun saat dinyalakan ternyata gas LPG tersebut dalam keadaan bocor sehingga terjadi ledakan,” kata Kapolsek Kebon Jeruk AKP Darto Napitupulu.

Dampak dari tekanan gelombang ledakan tersebut tidak hanya menghancurkan dapur rumah tempat kejadian awal, tetapi juga merusak bangunan di sekitarnya. Struktur bangunan tempat tinggal yang saling berdempetan membuat dampak kerusakan meluas dengan cepat ke sepuluh petak rumah di sekelilingnya.

AKP Darto Napitupulu mencatat total sepuluh pintu bangunan rumah mengalami kerusakan fisik dari tingkat ringan hingga runtuh total. Selain kehancuran fisik bangunan, kepolisian juga mengonfirmasi total tujuh orang warga dilaporkan mengalami luka-luka akibat tertimpa puing bangunan maupun terkena efek ledakan tersebut.

“Akibat kejadian kebocoran tabung gas LPG tersebut, terdapat 10 bangunan yang runtuh dengan 10 pintu yang terdiri dari rumah dan 7 korban luka,” pungkas AKP Darto Napitupulu.

Seluruh korban luka langsung dievakuasi oleh warga dan petugas ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan medis darurat. Sementara itu, area lokasi kejadian telah dipasangi garis polisi guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut oleh tim olah tempat kejadian perkara dari Kepolisian Sektor Kebon Jeruk.