Dewablog.com — Presiden Prabowo Subianto menepis anggapan bahwa SMA Taruna Nusantara merupakan lembaga pendidikan yang bersifat elitis. Dalam kunjungannya saat meresmikan SMA Taruna Nusantara Kampus Cimahi, Jawa Barat, pada Jumat (30/10/2026), Presiden menegaskan bahwa keberadaan sekolah tersebut bertujuan untuk mencari serta mendidik putra-putri bangsa yang memiliki potensi unggul agar kelak mampu memberikan kontribusi nyata bagi Indonesia.
Prabowo mengibaratkan sistem pendidikan di sekolah tersebut layaknya proses kaderisasi atlet profesional yang disiapkan untuk ajang olimpiade. Menurutnya, untuk menghadapi persaingan global yang ketat, Indonesia memerlukan sistem pembinaan yang terstruktur, didukung oleh sarana yang memadai, serta kualitas pengajaran yang mumpuni agar melahirkan sumber daya manusia berkualitas di berbagai sektor strategis.
“Saudara-saudara, sekolah semacam SMA Taruna Nusantara memang bisa dipandang elitis. Tapi sebetulnya maksudnya adalah untuk mencari bibit-bibit yang baik, bibit-bibit unggul,” ujar Presiden Prabowo Subianto.
Lebih lanjut, Kepala Negara memaparkan bahwa kebutuhan bangsa terhadap tenaga ahli seperti insinyur, ilmuwan, dokter, hingga penemu teknologi tidak bisa hanya ditunggu kemunculannya secara alami. Ia menekankan perlunya proaktif dalam mencari talenta-talenta terbaik dari seluruh penjuru tanah air, kemudian memberikan kesempatan luas bagi mereka untuk mengasah kemampuan di lembaga pendidikan yang tepat.
Pemerintah berharap agar para siswa lulusan SMA Taruna Nusantara mampu menghasilkan karya inovatif dan penemuan yang dapat memberikan kekayaan serta manfaat luas bagi negara. Presiden optimistis bahwa investasi dalam bentuk pendidikan berkualitas tinggi ini akan membuahkan hasil signifikan bagi masa depan Indonesia dalam jangka panjang.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga mengenang sejarah berdirinya sekolah ini yang pertama kali diresmikan di Magelang pada tahun 1990 oleh Panglima ABRI saat itu, Benny Moerdani. Kini, setelah 36 tahun berjalan, sekolah tersebut telah mencetak banyak pemimpin dan pejabat tinggi yang memegang peran vital di pemerintahan, mulai dari menteri koordinator, menteri sekretaris negara, hingga kepala badan nasional.
Prabowo mengakui bahwa kinerja para menteri di kabinetnya yang merupakan lulusan SMA Taruna Nusantara tergolong sangat baik. Namun, ia mengaku sengaja tidak memberikan penilaian sempurna agar mereka tetap memiliki motivasi untuk terus meningkatkan kompetensi dan prestasi kerja di masa depan. Bagi Presiden, upaya untuk terus mengejar keunggulan adalah kunci utama dalam membangun bangsa yang lebih maju dan berdaya saing tinggi di kancah internasional.
Kehadiran kampus baru di Cimahi ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperluas akses pendidikan berkualitas bagi generasi muda Indonesia. Dengan standar yang telah teruji, diharapkan lembaga ini dapat terus menyumbangkan putra-putri terbaik yang memiliki integritas tinggi dan dedikasi untuk mengabdi kepada negara dalam berbagai profesi dan bidang keahlian.


