Dewablog.com — Kasus pembunuhan sadis yang menimpa Dini Hardiyanti (30) dan anaknya, Arshaka Ghafa El Faezya (4), di Kota Madiun kini memasuki babak baru dalam penyidikan. Pelaku, Dwi Bagus Martono, diketahui sengaja membangun sebuah tungku di belakang rumahnya untuk membakar jasad kedua korban demi menghilangkan barang bukti kejahatan yang ia lakukan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Tungku yang memiliki tinggi sekitar dua meter tersebut dibangun menggunakan material bata ringan. Berdasarkan hasil pemeriksaan kepolisian, tungku tersebut tidak berdiri secara kebetulan, melainkan sengaja dipersiapkan oleh pelaku sesaat setelah aksi pembunuhan keji itu terjadi di rumah mereka yang berlokasi di Jalan Kunir, Kelurahan Ngegong, Kecamatan Manguharjo.

“Jadi tungku dibuat setelah insiden pembunuhan,” tegas Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Arbaridi Jumhur.

Dalam keterangannya kepada penyidik, pelaku sempat berdalih bahwa pembangunan fasilitas tersebut bertujuan untuk membakar sampah rumah tangga. Namun, bukti di lapangan menunjukkan hal yang jauh lebih mengerikan, di mana lokasi tungku tersebut berada di bagian ujung selatan pekarangan rumah yang dipenuhi tanaman bonsai, jauh dari pandangan rumah utama istri sahnya.

Kondisi di sekitar lokasi kejadian memperlihatkan dampak nyata dari aksi pembakaran tersebut. Bekas asap hitam masih menempel pada dinding rumah tetangga yang letaknya berdekatan dengan tungku. Bahkan, dedaunan pisang milik warga di sekitar lokasi pembakaran tampak mengering dan terbakar akibat suhu panas yang dihasilkan dari aktivitas pembakaran jasad di tungku tersebut.

Pihak kepolisian telah melakukan rekonstruksi di lokasi untuk memastikan alur kejadian sebenarnya. Penempatan tungku yang berbatasan langsung dengan area hunian warga ini menjadi bukti nyata upaya sistematis pelaku dalam menutupi jejak kriminalnya. Aparat penegak hukum terus mendalami motif lebih mendalam serta memastikan seluruh rangkaian fakta hukum terkait pembunuhan berencana ini terpenuhi.

Proses hukum terhadap Dwi Bagus Martono kini terus berlanjut di bawah penanganan Polda Jatim. Penyidik fokus mengumpulkan sisa bukti fisik di sekitar tungku tersebut untuk memperkuat dakwaan. Masyarakat di sekitar lokasi kejadian pun sempat terkejut dengan fakta bahwa pelaku membangun fasilitas pembakaran tepat di dekat permukiman warga untuk melancarkan aksinya tanpa memancing kecurigaan tetangga sekitar.