Dewablog.com — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengimbau seluruh jajaran anggota Kabinet Merah Putih yang merasa belum mendapatkan peran signifikan agar tidak berkecil hati maupun mengalami rasa frustrasi. Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Negara saat memimpin jalannya sidang kabinet di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Dalam arahannya di hadapan para pembantu presiden, Prabowo secara khusus mengibaratkan susunan kementerian dan lembaga yang dipimpinnya layaknya sebuah kesebelasan tim sepak bola. Di dalam skema permainan tersebut, terdapat pembagian tugas dan peran yang bervariasi, mulai dari barisan pemain inti penyerang, jajaran pendukung, hingga pemain cadangan.

“Sebagaimana saya sampaikan dari awal pemerintahan kita, tidak semua pemain akan kita mainkan di awal. Ada yang cadangan, ada yang pendukung, ada yang striker,” ujar Prabowo Subianto saat memberikan pengarahan.

Presiden menjelaskan bahwa sejak awal pembentukan masa pemerintahan, manajemen kerja kabinet memang sengaja dirancang secara bertahap sesuai kebutuhan penanganan masalah prioritas. Menurutnya, ritme kerja pemerintahan tidak menuntut seluruh menteri untuk tampil menonjol secara bersamaan di garis terdepan pada periode permulaan tugas.

Prabowo pun meminta jajaran menteri yang diibaratkan menempati posisi cadangan untuk tetap bersikap tenang dan menjaga kesiapan kerja secara optimal. Ia memberikan kepastian bahwa seluruh anggota kabinet pada hakikatnya tetap mengemban tanggung jawab penting dan akan diberikan giliran untuk menjalankan peran strategis mereka masing-masing.

“Yang cadangan, jangan frustrasi, ada saatnya Saudara akan kita mainkan,” tegas Presiden kepada seluruh peserta sidang kabinet.

Kepala Negara kemudian menguraikan bahwa perjalanan kepemimpinannya saat ini diibaratkan baru memasuki babak pertama suatu laga kompetisi. Karena roda pemerintahan baru berjalan di tahap awal, setiap pejabat diminta untuk mengendalikan diri dan tidak terburu-buru menunjukkan rasa gelisah mengenai jadwal penugasan lapangan berskala besar.

Prabowo mengamati bahwa sebagian menteri tampak mulai merasa cemas dan bertanya-tanya mengenai kepastian kapan mereka akan diturunkan dalam panggung program kerja utama. Ia pun mengingatkan kembali agar seluruh jajaran kabinet menjaga soliditas serta kesabaran, seraya memastikan momentum kontribusi bagi setiap kementerian pasti akan tiba tepat pada waktunya.