Dewablog.com — Presiden Prabowo Subianto memanggil Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Friderica Widyasari Dewi ke Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Senin sore. Pertemuan mendadak tersebut berlangsung di tengah sorotan publik terhadap pergerakan pasar modal domestik yang tengah mengalami tekanan dalam beberapa hari perdagangan terakhir.
Friderica Widyasari Dewi, yang akrab disapa Kiky, tiba di kompleks Istana Kepresidenan sekitar pukul 15.55 WIB dengan mengenakan busana bernuansa broken white. Kedatangannya langsung menarik perhatian awak media yang menantikan kepastian agenda pembahasan antara pimpinan otoritas pengawas sektor jasa keuangan tersebut bersama Kepala Negara.
Pemanggilan ini mencuat di tengah spekulasi mengenai dampak pengumuman konsultasi Morgan Stanley Capital International atau MSCI. Lembaga penyedia indeks pasar global tersebut diketahui meluncurkan proses konsultasi untuk mengevaluasi status pasar modal Indonesia, dengan opsi penurunan dari Emerging Market menjadi Standalone Market.
Langkah konsultasi yang diumumkan oleh MSCI tersebut telah menyebabkan koreksi terhadap laju Indeks Harga Saham Gabungan sejak akhir pekan lalu hingga perdagangan awal pekan. Fluktuasi ini menjadi perhatian para pemangku kepentingan ekonomi mengingat potensi pengaruhnya terhadap arus modal investor dan persepsi terhadap stabilitas pasar keuangan nasional.
Kendati demikian, Friderica belum dapat memastikan secara terperinci apakah pertemuannya dengan Presiden Prabowo secara khusus mendiskusikan gejolak akibat langkah MSCI tersebut. Ia menegaskan kehadirannya di Istana semata-mata untuk memenuhi panggilan tugas dari Presiden.
“Belum tahu, dipanggil saja. Tapi saya sudah siapkan laporan semuanya. Nanti teman-teman setelah rapat baru nanti saya update ke teman-teman,” kata Kiky kepada awak media sebelum memasuki area pertemuan.
Friderica menambahkan bahwa pihak regulator telah menyiapkan data serta materi pelaporan menyeluruh terkait perkembangan industri jasa keuangan dan permodalan terkini. Seluruh laporan tersebut disiapkan guna memberikan gambaran komprehensif kepada Kepala Negara mengenai kondisi aktual di lapangan.
Mengenai langkah taktis maupun kebijakan yang akan ditempuh otoritas untuk meredam volatilitas pasar, Friderica memilih untuk tidak memaparkannya sebelum memberikan laporan resmi. Dirinya menyatakan baru akan memberikan penjelasan lebih lanjut kepada publik setelah proses pertemuan dengan Presiden selesai dilaksanakan.


