Dewablog.com — Penyanyi muda Betrand Peto telah menjalani proses pemeriksaan klarifikasi oleh pihak kepolisian terkait kasus dugaan akses ilegal atau peretasan terhadap akun email pribadinya. Proses hukum ini menindaklanjuti laporan yang masuk mengenai adanya aktivitas mencurigakan pada sistem elektronik milik kliennya tersebut. Pemeriksaan tersebut dilakukan pada pekan lalu secara intensif oleh penyidik guna mendalami kronologi kejadian yang merugikan pihak Betrand Peto.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kuasa hukum Betrand Peto, Timothy Ezra Simanjuntak, mengonfirmasi bahwa kliennya telah memberikan keterangan kepada penyidik di tengah kesibukan jadwalnya. Proses permintaan keterangan tersebut dilakukan pada malam hari untuk mengakomodasi kebutuhan penyelidikan. Dalam pemeriksaan tersebut, Betrand Peto disebut telah menjawab sekitar 30 pertanyaan yang diajukan oleh penyidik terkait detail akses tidak sah ke dalam akun miliknya.

“Sudah minggu lalu sudah dilakukan permintaan keterangan klarifikasi kepada BP. Sudah dilakukan malam-malam waktu itu,” ujar Timothy Ezra Simanjuntak selaku kuasa hukum.

Kasus ini mencuat setelah pihak Betrand menemukan adanya kejanggalan dalam sistem verifikasi ganda atau double verification pada email pribadinya. Timothy Ezra menjelaskan bahwa terdapat dugaan keterlibatan orang terdekat yang tidak memiliki kewenangan namun mampu mengakses email tersebut. Pihaknya menyoroti adanya email asing yang tiba-tiba terhubung dengan sistem verifikasi akun, yang mengakibatkan kebocoran data pribadi kliennya.

Pihak kuasa hukum menegaskan bahwa dugaan tindakan ini merupakan pelanggaran serius terhadap ketentuan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) serta KUHP mengenai akses tanpa hak terhadap sistem elektronik milik orang lain. Fokus utama dari penyelidikan saat ini adalah menelusuri bagaimana sistem verifikasi dua langkah tersebut bisa ditembus oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Penyidik terus mendalami keterangan dari pihak korban untuk mengumpulkan bukti-bukti pendukung yang lebih kuat.

Selain Betrand Peto, Ruben Onsu juga dikabarkan telah dipanggil oleh penyidik untuk memberikan keterangan tambahan terkait kasus yang menimpa keluarganya tersebut. Keduanya diperiksa secara bersamaan guna menyelaraskan informasi terkait dugaan peretasan yang terjadi. Pihak kuasa hukum berharap proses penyidikan ini dapat mengungkap identitas pelaku serta motif di balik tindakan akses ilegal tersebut dengan transparan.

Hingga saat ini, pihak keluarga masih menunggu perkembangan lebih lanjut dari kepolisian terkait hasil pemeriksaan klarifikasi tersebut. Kasus ini menjadi perhatian publik karena menyangkut privasi dan keamanan data digital yang dialami oleh figur publik. Pihak kuasa hukum berkomitmen untuk terus mengawal kasus ini hingga tuntas agar tidak ada lagi pihak yang dirugikan di kemudian hari akibat penyalahgunaan akses sistem elektronik.