Dewablog.com — Pembalap muda asal Gunungkidul, Veda Ega Pratama, menarik perhatian publik usai melakukan aksi selebrasi yang tidak biasa setelah menempati posisi kedua atau runner up dalam ajang balap Moto3 Malaysia 2026. Veda tertangkap kamera sedang menyantap kudapan khas asal daerah kelahirannya, yakni belalang goreng atau yang akrab disebut walang goreng, tepat di area parc ferme akhir pekan lalu.
Momen unik tersebut terjadi di tengah perayaan podium, di mana Veda mencoba memperkenalkan makanan tradisional Indonesia tersebut kepada rekan-rekan pembalap internasional lainnya. Namun, aksi tersebut justru memicu reaksi beragam, termasuk penolakan dari juara seri tersebut, Maximo Quiles, yang tampak terkejut melihat santapan yang dibawa oleh Veda.
“Kemarin ya dia bilang, ‘Oh enggak,’ ‘Wah, gila kamu,’ kayak gitu-gitu sih,” ujar Veda Ega Pratama saat menceritakan respons rekan pembalapnya dalam sesi konferensi pers virtual.
Veda menjelaskan bahwa niat utamanya hanyalah untuk mempromosikan kekayaan kuliner khas Gunungkidul kepada tim Honda Team Asia. Sebelum momen tersebut terjadi, Veda mengaku telah sering bercerita kepada krunya mengenai keunikan olahan serangga pemakan tumbuhan ini. Manajer tim, Hiroshi Aoyama, bahkan disebut sudah mengenal jenis makanan tersebut karena Jepang juga memiliki tradisi kuliner berbahan serangga yang serupa.
Keinginan Veda untuk berbagi pengalaman kuliner ini sebenarnya sudah direncanakan sejak lama. Ia sempat ingin membawanya saat berlaga di Sirkuit Mandalika, namun rencana tersebut sempat tertunda karena kendala teknis. Akhirnya, pada seri Malaysia, Veda berhasil membawa stok belalang goreng tersebut dan menawarkannya kepada tim pada hari Sabtu sebelum balapan utama berlangsung.
Meskipun mendapat reaksi yang cukup nyeleneh dari Maximo Quiles, Veda mengaku tidak terlalu ambil pusing. Ia menegaskan bahwa kegemarannya mengonsumsi walang goreng murni didasari oleh rasa suka terhadap cita rasa makanan tersebut, bukan karena alasan kesehatan atau kandungan protein tinggi yang sering dikaitkan dengan serangga. Bagi Veda, belalang goreng adalah camilan favorit yang membangkitkan memori kampung halamannya.
Aksi ini menjadi warna tersendiri di tengah ketatnya persaingan dunia balap motor profesional. Veda yang konsisten tampil kompetitif di lintasan, tetap menunjukkan identitas budayanya di kancah internasional. Hingga saat ini, cerita mengenai aksi Veda tersebut masih terus diperbincangkan oleh para penggemar balap di media sosial sebagai momen yang ikonik dalam perjalanan kariernya di musim 2026.


