Dewablog.com — Mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan kritik tajam terhadap proses pemilihan umum di Brasil yang baru saja selesai dilaksanakan. Pernyataan tersebut ia sampaikan menanggapi kekalahan sekutu politiknya, Flavio Bolsonaro, dalam kontestasi politik yang memenangkan tokoh sayap kiri, Luiz Inacio Lula da Silva.
Dalam keterangan yang disampaikan kepada awak media pada Kamis (29/10/2026), Trump secara terbuka meragukan integritas proses pemilu di negara tersebut. Ia menegaskan pandangannya bahwa hasil akhir yang menempatkan Lula da Silva sebagai pemenang merupakan sebuah situasi yang tidak dapat diterima bagi rakyat Brasil.
“Menurut saya, pemilihan umum di Brasil itu memalukan dan merupakan aib besar bagi rakyatnya,” ujar Donald Trump.
Lula da Silva berhasil mengamankan kemenangan dramatis dalam Pemilu Brasil setelah melalui persaingan ketat. Berdasarkan data resmi yang dirilis, Lula memperoleh 51,75 persen suara, sementara Flavio Bolsonaro, yang merupakan putra dari mantan Presiden Jair Bolsonaro, meraih 48,25 persen suara. Hasil ini sekaligus memastikan kembalinya Lula ke tampuk kekuasaan untuk masa jabatan keempatnya yang tidak dijalani secara berurutan.
Kemenangan Lula ini cukup mengejutkan karena sebelumnya Flavio Bolsonaro sempat memimpin perolehan suara pada putaran pertama. Hasil akhir tersebut secara otomatis mematahkan berbagai prediksi awal yang sempat berkembang selama masa kampanye. Seusai kekalahan tersebut, Flavio Bolsonaro dilaporkan telah bertolak menuju Amerika Serikat.
Meski mendapatkan pertanyaan mendalam dari jurnalis mengenai apakah dirinya bersedia mengakui kemenangan Lula da Silva, Trump memilih untuk tidak memberikan komentar lebih lanjut terkait pengakuan resmi atas hasil tersebut. Ia tetap bersikukuh bahwa dinamika politik yang terjadi di Brasil merupakan sebuah kemunduran yang memalukan bagi demokrasi di wilayah tersebut.
Situasi politik di Brasil pasca-pemilu memang menjadi sorotan dunia internasional, mengingat ketegangan antara kubu sayap kiri yang dipimpin Lula da Silva dan kubu sayap kanan yang diusung keluarga Bolsonaro. Pihak otoritas pemilu Brasil sendiri telah menetapkan hasil tersebut sebagai keputusan final yang sah sesuai dengan mekanisme hukum yang berlaku di negara tersebut.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan lebih lanjut dari pihak Lula da Silva terkait kritik yang dilontarkan oleh mantan pemimpin Amerika Serikat tersebut. Fokus utama pemerintahan terpilih di Brasil saat ini adalah transisi kekuasaan dan pemulihan stabilitas politik nasional setelah melalui masa kampanye yang sangat sengit.


