Dewablog.com — Data terbaru yang dirilis Komite Pemilu Pusat Israel menunjukkan koalisi yang dipimpin Perdana Menteri Benjamin Netanyahu masih mempertahankan keunggulan sementara atas kubu oposisi pimpinan Gadi Eisenkot dalam pemilu legislatif. Hingga Rabu pagi waktu setempat, proses penghitungan suara telah mencapai 66,2 persen dari total seluruh kertas suara yang masuk.
Berdasarkan data resmi Komite Pemilu yang dikutip dari media lokal, Partai Likud yang menaungi Netanyahu berada di posisi pertama dengan mengamankan 28 kursi parlemen. Sementara itu, Partai Yashar yang dipimpin oleh Eisenkot membuntut di posisi kedua dengan perolehan sementara sebanyak 21 kursi di parlemen Israel atau Knesset.
Peta kekuatan politik jika dilihat dari pengelompokan blok menunjukkan koalisi sayap kanan yang dipimpin oleh Netanyahu berhasil mengumpulkan total 56 kursi parlemen. Di sisi lain, blok oposisi yang berada di bawah komando Eisenkot baru berhasil mengamankan 48 kursi, membuat persaingan antar-kedua kubu utama tetap berlangsung ketat.
Di luar kedua blok politik utama tersebut, kelompok partai-partai Arab juga mencatatkan perolehan suara yang cukup signifikan dengan meraih total 16 kursi parlemen. Partai-partai Arab ini secara tegas menyatakan penolakan terhadap kepemimpinan Netanyahu, namun pada saat yang sama mereka juga memutuskan untuk tidak bergabung dalam koalisi oposisi resmi.
Dalam sistem parlemen Israel, sebanyak 120 kursi Knesset diperebutkan untuk menentukan pembentukan pemerintahan baru. Sebuah kubu atau koalisi politik membutuhkan sekurang-kurangnya 61 kursi parlemen untuk mencapai mayoritas mutlak yang menjadi syarat utama guna membentuk kabinet pemerintahan secara sah.
Dengan kondisi perolehan suara yang ada saat ini, belum ada satu pun dari kedua blok utama yang berhasil mencapai ambang batas 61 kursi tersebut. Situasi ini mengindikasikan bahwa proses negosiasi untuk membentuk pemerintahan koalisi diperkirakan bakal berjalan alot dan memerlukan kompromi politik yang rumit di antara berbagai partai.
Perolehan angka yang diumumkan saat ini masih berstatus sementara dan dipastikan akan terus mengalami pergeseran seiring berlanjutnya proses penghitungan. Petugas pemilu masih harus mengolah data suara yang masuk melalui mekanisme amplop ganda, yang mencakup kertas suara dari para personel tentara Israel.
Pihak berwenang menargetkan seluruh rangkaian proses penghitungan suara dapat diselesaikan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan. Hasil akhir dan resmi untuk pemilu legislatif Israel ini dijadwalkan akan diumumkan secara menyeluruh paling lambat pada 4 November mendatang.
Di tengah proses penghitungan yang masih berjalan, situasi politik dalam negeri Israel juga diwarnai oleh berbagai dinamika serta isu hubungan internasional yang berkembang.
“Trump bilang akan kerja sama dengan saya dan hanya saya,” tutur Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
Pernyataan tersebut mempertegas keyakinan politik Netanyahu di tengah persaingan perolehan suara yang sengit dalam pemilu kali ini. Hasil akhir dari penghitungan amplop ganda serta kelanjutan negosiasi antar-partai nantinya akan menjadi penentu utama apakah koalisi Netanyahu mampu mempertahankan kursi pemerintahan atau harus menyerahkannya kepada blok oposisi.


