Dewablog.com — Antusiasme penggemar musik di Jakarta mencapai puncaknya menjelang penampilan langsung musisi kenamaan Kanye West yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) pada Sabtu (24/10) malam. Daya tarik utama yang paling dinantikan dalam konser ini adalah kehadiran instalasi panggung ikonik bertajuk Dome Stage atau Giant World Globe Stage yang mengusung format 360 derajat.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Panggung berbentuk kubah raksasa menyerupai bola dunia tersebut telah menjadi identitas visual yang melekat pada rangkaian tur sang rapper. Instalasi ini sempat viral awal tahun lalu saat digunakan dalam penampilan di SoFi Stadium, di mana Kanye West tampak berdiri di atas bola raksasa yang berputar perlahan dengan dukungan efek pencahayaan dramatis dan visual yang terus berubah. Konsep yang memadukan elemen konser musik, instalasi seni, dan sinematografi ini dipastikan akan disajikan secara identik bagi penonton di Jakarta.

Pihak promotor, Raw Vision Collective, memastikan bahwa persiapan untuk menghadirkan pengalaman visual kelas dunia tersebut telah rampung sepenuhnya. Properti panggung raksasa ini didatangkan langsung dari luar negeri melalui proses logistik yang sangat mendetail untuk memastikan spesifikasi teknis sesuai dengan standar internasional yang diminta langsung oleh tim manajemen sang musisi.

“Properti Globe ini diterbangkan khusus dari luar negeri, sehingga persiapan produksinya dipastikan sangat luar biasa,” ungkap Marketing & Communications Lead Raw Vision Collective, Karen Tjahja.

Karen menambahkan bahwa keterlibatan Kanye West dan tim pribadinya dalam proses produksi di Jakarta tergolong sangat ketat dan mendetail. Meski terdapat batasan privasi terkait aktivitas di dalam area panggung, pihak promotor mengonfirmasi bahwa seluruh infrastruktur, termasuk globe raksasa, telah siap beroperasi sejak Jumat malam untuk memastikan kelancaran acara.

Salah satu aspek teknis yang menjadi perhatian khusus adalah penyesuaian panggung terhadap karakteristik lokasi Stadion Utama GBK. Berbeda dengan venue di Los Angeles yang memiliki struktur cekung, GBK dikenal sebagai salah satu stadion terbesar di Asia Tenggara dengan desain area yang cenderung melebar. Kondisi ini menuntut tim produksi untuk melakukan langkah antisipasi agar seluruh penonton, dari berbagai sisi tribun, tetap mendapatkan visibilitas yang optimal terhadap penampilan sang musisi.

Sebagai solusi atas struktur venue yang luas, pihak promotor memutuskan untuk menambah jumlah layar LED di sekitar area panggung. Langkah strategis ini diambil sebagai bagian dari arahan manajemen untuk menjamin pengalaman menonton yang merata bagi seluruh penggemar. Dengan tambahan fasilitas visual tersebut, pengunjung di berbagai sudut stadion diharapkan dapat menyaksikan aksi panggung dengan jelas tanpa hambatan berarti.

Kepastian mengenai ukuran dan spesifikasi Dome Stage yang sama dengan tur di negara lain menjadi nilai tambah tersendiri bagi penikmat musik di Tanah Air. Dengan segala persiapan yang telah dilakukan secara matang, konser ini diharapkan menjadi salah satu perhelatan musik dengan standar produksi paling spektakuler yang pernah digelar di Stadion Utama GBK. Para penggemar pun diimbau untuk mengikuti seluruh prosedur yang telah ditetapkan oleh pihak penyelenggara demi kenyamanan dan keamanan selama berlangsungnya acara hingga tuntas.