Dewablog.com — Ribuan pencari kerja memadati lokasi bursa kerja Karir Jakarta dan Tenaga Kerja Mandiri (TKM) Expo 2026 yang digelar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di Smesco, Jakarta Selatan, Kamis (22/10/2026). Acara tersebut resmi dibuka oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, sebagai langkah strategis dalam memfasilitasi pertemuan antara perusahaan pemberi kerja dengan para calon tenaga kerja. Sebanyak 100 perusahaan nasional maupun internasional berpartisipasi dalam gelaran ini dengan menyediakan total 12 ribu lowongan pekerjaan untuk berbagai posisi.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Antusiasme masyarakat terlihat sangat tinggi sejak pagi hari. Berdasarkan data resmi, jumlah pelamar yang telah mendaftar secara daring bahkan mencapai angka 28.484 orang sebelum acara resmi dimulai. Tingginya angka pendaftar ini mencerminkan besarnya kebutuhan masyarakat akan akses pekerjaan yang stabil di tengah tantangan ekonomi saat ini. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berharap kegiatan ini dapat menjadi jembatan efektif bagi perusahaan untuk mendapatkan talenta terbaik sekaligus membantu menekan angka pengangguran di ibu kota.

“Kurang lebih ada seratus perusahaan dan kemudian ada 12 ribu lowongan pekerjaan. Dan mudah-mudahan, walaupun tentunya tidak bisa memenuhi semua harapan karena baru dibuka hari ini saja, tadi sudah mendapatkan laporan yang melalui online kurang lebih 28.484 lamaran melalui online,” tutur Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.

Di antara ribuan pelamar, tampak Syarif, seorang pria berusia 47 tahun asal Bogor yang memiliki pengalaman kerja selama 20 tahun di bidang teknologi informasi. Syarif yang baru saja mengalami pemutusan hubungan kerja dua bulan lalu mengaku sempat merasa tidak percaya diri karena batasan usia yang sering ditetapkan perusahaan. Meski demikian, ia tetap berusaha mencari peluang baru dengan mendatangi lokasi bursa kerja secara langsung. Ia berharap agar perusahaan lebih menitikberatkan pada keterampilan dan pengalaman kerja pelamar dibandingkan sekadar angka usia.

Selain para profesional berpengalaman, bursa kerja ini juga menjadi harapan bagi kelompok penyandang disabilitas. Nur Aini, seorang lulusan sekolah luar biasa (SLB) berusia 21 tahun, hadir didampingi ibunya, Maryam. Nur Aini memiliki keterampilan di bidang tata boga, seperti membuat makanan dan minuman, yang ia pelajari selama masa sekolah. Sang ibu sangat berharap ada perusahaan yang bersedia membuka akses bagi putrinya agar bisa berkontribusi sesuai dengan kompetensi yang dimiliki, sekaligus membantu putrinya mandiri melalui pengalaman kerja nyata.

Generasi Z juga mendominasi kerumunan pelamar yang mencari peruntungan di bursa kerja ini. Haekal, seorang lulusan farmasi, membagikan pengalamannya mengenai sulitnya mendapatkan kepastian setelah menjalani proses wawancara. Ia sering menghadapi kendala berupa minimnya umpan balik dari pihak perusahaan setelah proses lamaran atau wawancara selesai. Fenomena ketidakpastian ini, yang sering diistilahkan sebagai ‘di-ghosting’ oleh kalangan muda, menjadi hambatan psikologis tersendiri bagi para pencari kerja yang sedang berjuang di tengah ketatnya persaingan pasar tenaga kerja.

Tantangan serupa dialami oleh Ayu, lulusan muda yang berupaya melakukan transisi karier dari bidang pemasaran menjadi analis data. Ia mengungkapkan bahwa banyak lowongan yang mensyaratkan pengalaman kerja bertahun-tahun, sehingga ia harus mengikuti berbagai pelatihan tambahan agar profilnya lebih kompetitif. Ayu menyoroti adanya kesenjangan antara ketersediaan posisi di perusahaan dengan latar belakang pendidikan para pencari kerja. Ia berharap pemerintah dan pelaku industri dapat terus menciptakan lebih banyak peluang yang inklusif bagi semua kalangan, terlepas dari latar belakang pendidikan maupun usia pelamar.

Secara keseluruhan, bursa kerja ini mencerminkan dinamika tenaga kerja di Indonesia yang sangat kompleks. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen untuk terus memantau efektivitas kegiatan ini dalam mempertemukan pencari kerja dengan industri yang membutuhkan. Upaya ini merupakan bagian dari tanggung jawab pemerintah daerah dalam memastikan setiap warga memiliki akses yang adil terhadap peluang ekonomi. Kedepannya, aksesibilitas bagi penyandang disabilitas dan fleksibilitas dalam syarat usia kerja menjadi poin penting yang diharapkan dapat terus diperbaiki guna menciptakan pasar kerja yang lebih sehat dan berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat.