Dewablog.com — Persebaya Surabaya berhasil memetik kemenangan penting atas Madura United dengan skor 3-1 dalam laga pekan ketujuh Super League musim 2026-2027. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, pada Senin (26/10/2026) malam tersebut berjalan dengan tensi tinggi sejak menit awal hingga wasit meniup peluit panjang.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Keunggulan Bajul Ijo, julukan Persebaya, dibuka pada menit ke-21 melalui aksi individu Miguel Pinto. Pemain tersebut melepaskan tendangan akurat dari sudut kotak penalti yang gagal diantisipasi dengan sempurna oleh penjaga gawang Madura United, Angga Saputro. Gol tersebut menjadi pembeda skor yang bertahan hingga babak pertama berakhir, meskipun kedua tim sempat terlibat jual beli serangan yang sengit.

Memasuki babak kedua, intensitas pertandingan semakin meningkat seiring dengan upaya Madura United untuk menyamakan kedudukan. Tim tamu sempat mendapatkan peluang emas melalui aksi Lulinha pada menit ke-50, namun tembakannya masih melambung tipis di atas mistar gawang Persebaya yang dijaga oleh Reza Arya. Tekanan dari kubu Madura United sempat memberikan ancaman serius bagi lini pertahanan tuan rumah.

Petaka bagi Madura United hadir pada menit ke-61 ketika Paulo Sitanggang diganjar kartu merah oleh wasit. Pemain tersebut harus meninggalkan lapangan lebih awal setelah melakukan pelanggaran keras dengan menekel Arief Catur menggunakan dua kaki. Situasi bermain dengan sepuluh orang pemain di lapangan sebenarnya sempat memicu motivasi lebih bagi Laskar Sape Kerrab untuk bangkit dari ketertinggalan.

Keajaiban sempat muncul bagi Madura United pada menit ke-69 saat Gali Freitas berhasil mencetak gol melalui eksekusi tendangan bebas yang indah. Bola hasil sepakannya meluncur deras ke gawang Persebaya dan mengubah papan skor menjadi imbang 1-1. Gol ini sempat membangkitkan harapan bagi tim asuhan Ze Gomes untuk mencuri poin dari markas lawan.

Namun, Persebaya tidak membiarkan hasil imbang bertahan hingga akhir laga dan terus menekan pertahanan lawan secara sporadis. Upaya gigih tim asuhan Bernardo Tavares membuahkan hasil ketika mereka mendapatkan hadiah penalti pada masa tambahan waktu setelah Pedro Monteiro melakukan pelanggaran terhadap Miguel Pinto di dalam kotak terlarang.

Yuran Fernandes yang maju sebagai eksekutor sukses menjalankan tugasnya dengan tenang pada menit ke-90+1 untuk membawa Persebaya kembali unggul. Tidak berhenti di situ, Yan Mabella kemudian mengunci kemenangan bagi tim tuan rumah melalui gol tambahan pada menit ke-90+7. Skor akhir 3-1 memastikan Persebaya mengamankan poin penuh di hadapan pendukungnya sendiri.

Kemenangan ini menjadi bukti kedisiplinan taktik yang diterapkan oleh Bernardo Tavares sepanjang jalannya laga. Persebaya mampu memanfaatkan keunggulan jumlah pemain di menit-menit akhir pertandingan secara efektif untuk memecah kebuntuan. Sementara itu, Madura United harus mengakui keunggulan lawan setelah pertahanan mereka mulai goyah di penghujung babak kedua akibat tekanan konstan dari lini depan Bajul Ijo.

Pertandingan ini juga memperlihatkan bagaimana strategi pergantian pemain memberikan dampak signifikan terhadap ritme permainan kedua tim. Masuknya pemain segar seperti Yan Mabella terbukti menjadi kunci bagi Persebaya untuk mencetak gol pengunci kemenangan. Sebaliknya, kehilangan Paulo Sitanggang akibat kartu merah membuat Madura United kesulitan mempertahankan struktur pertahanan saat menghadapi gelombang serangan di menit akhir.

Hasil ini menempatkan Persebaya dalam posisi yang lebih stabil di klasemen sementara Super League musim 2026-2027. Fokus tim kini akan beralih pada laga berikutnya dengan harapan mempertahankan tren positif tersebut. Di sisi lain, Madura United perlu melakukan evaluasi mendalam terkait kedisiplinan pemain dan koordinasi lini belakang agar tidak kembali kecolongan pada momen krusial pertandingan mendatang.