Dewablog.com — Lionel Messi kembali menorehkan catatan impresif dalam karier sepak bolanya setelah menempati posisi kelima dalam pemeringkatan Ballon d’Or 2026. Pengumuman tersebut disampaikan dalam seremoni megah yang berlangsung di London Palladium, Inggris, pada Senin, 26 Oktober 2026. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa kualitas permainan kapten Inter Miami tersebut tetap berada di jajaran elite dunia, meski saat ini ia berkiprah di kompetisi Major League Soccer (MLS).
Pencapaian posisi kelima ini tergolong signifikan mengingat pada tahun sebelumnya, nama pemain berusia 39 tahun tersebut sempat tidak masuk dalam daftar 30 besar kandidat. Konsistensi Messi di level tertinggi selama hampir dua dekade profesionalisme tetap terjaga, terutama berkat performa gemilangnya sepanjang turnamen Piala Dunia 2026 di Amerika Utara. Dalam ajang internasional tersebut, ia mencatatkan delapan gol dan empat assist yang membawa Argentina melaju hingga babak final.
Meskipun Argentina harus mengakui keunggulan Spanyol dengan skor tipis 1-0 melalui babak perpanjangan waktu, kontribusi Messi di lapangan tidak luput dari perhatian para pemilih. Ia tercatat sebagai peraih Bola Perak dan nyaris menyabet Sepatu Emas dalam turnamen tersebut. Performa produktif ini seolah menegaskan kembali perannya sebagai penentu hasil pertandingan yang belum bisa sepenuhnya digantikan oleh generasi yang lebih muda.
Harry Kane, penyerang Bayern Munich, keluar sebagai pemenang utama dalam ajang Ballon d’Or tahun ini. Ia menjadi pemain Inggris pertama yang meraih penghargaan prestisius tersebut sejak Michael Owen pada 2001. Keberhasilan Kane tidak lepas dari catatan fenomenal 73 gol yang ia cetak di seluruh kompetisi sepanjang musim, menjadikannya sosok yang paling layak berada di puncak podium tahun ini.
“Terima kasih kepada semua yang memilih saya. Saya bisa membayangkan itu keputusan yang sulit, jadi terima kasih,” ujar Harry Kane saat menyampaikan pidato penerimaan trofi di panggung London Palladium.
Dalam kesempatan tersebut, Kane juga memberikan penghormatan khusus kepada klub lamanya, Tottenham Hotspur, yang telah membimbingnya sejak usia 11 tahun. Ia mengakui bahwa perjalanan kariernya hingga mencapai titik tertinggi saat ini tidak mungkin terwujud tanpa dukungan para pelatih dan rekan setim selama masa pembentukannya di Inggris. Selain itu, ia menyampaikan apresiasi kepada rekan-rekannya di Bayern Munich yang turut berkontribusi dalam kesuksesan kolektif tim.
Sementara itu, persaingan di papan atas Ballon d’Or 2026 diisi oleh sejumlah talenta besar lainnya. Kylian Mbappe menempati posisi kedua, diikuti oleh Lamine Yamal di peringkat ketiga. Rodri, yang tampil dominan bersama tim nasional Spanyol saat menjuarai Piala Dunia, harus puas berada di posisi keempat. Nama-nama lain seperti Khvicha Kvaratskhelia, Ousmane Dembele, Erling Haaland, Michael Olise, dan Fabian Ruiz juga melengkapi daftar sepuluh besar pemain terbaik dunia versi pemungutan suara tahun ini.
Lionel Messi sendiri tidak hadir secara fisik dalam acara penganugerahan di London. Beberapa hari sebelum seremoni tersebut, tepatnya pada 23 Oktober, ia menerima Penghargaan Putri Asturias untuk Olahraga di Oviedo. Penghargaan tersebut diberikan atas dedikasi, kerendahan hati, serta komitmen tinggi yang selalu ia tunjukkan dalam permainan tim sepanjang kariernya. Ketidakhadiran Messi di London juga bertepatan dengan dimulainya penyelenggaraan Messi Cup, sebuah turnamen kelompok usia muda yang diinisiasi oleh Inter Miami.
Hingga saat ini, Messi masih memegang rekor sebagai pemain dengan koleksi trofi Ballon d’Or terbanyak sepanjang sejarah, yakni delapan gelar. Kemampuannya untuk kembali menembus jajaran lima besar pada usia mendekati empat dekade mengubah ekspektasi publik terhadap batas usia seorang atlet profesional. Langkahnya di MLS tidak hanya sekadar bermain, namun juga berupaya mengangkat profil sepak bola di Amerika Serikat ke panggung dunia.
Kiprah Messi dalam daftar Ballon d’Or 2026 dianggap sebagai babak yang mungkin menjadi salah satu penampilan terakhirnya di antara para elit sepak bola global. Meskipun regenerasi pemain terus berjalan dengan munculnya nama-nama baru yang menjanjikan, pengaruh Messi terhadap dinamika pertandingan tetap tak terbantahkan. Keberhasilan ini menjadi penutup narasi bahwa dedikasi dan kualitas teknik tinggi mampu melampaui hambatan usia dalam olahraga profesional.
Perhelatan Ballon d’Or tahun ini tidak hanya menjadi panggung bagi pemenang, tetapi juga cerminan dari dinamika kekuatan sepak bola modern. Dengan dominasi pemain seperti Kane dan performa stabil dari veteran seperti Messi, peta persaingan untuk penghargaan individu di masa depan diprediksi akan semakin ketat. Para pengamat sepak bola kini menantikan bagaimana para bintang muda akan berupaya mengejar standar tinggi yang telah ditetapkan oleh para legenda tersebut dalam beberapa musim ke depan.


