Dewablog.com — Presiden Paraguay Santiago Pena secara resmi mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatan kepala negara setelah gelombang krisis keuangan melanda negara di Amerika Selatan tersebut. Keputusan politik itu diambil menyusul pengambilalihan Ueno Bank oleh bank sentral akibat krisis internal, yang berdampak langsung pada terhambatnya akses simpanan jutaan nasabah secara mendadak.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Tindakan tegas pengambilalihan Ueno Bank oleh otoritas bank sentral dilakukan lantaran lembaga keuangan tersebut mengalami kekurangan modal yang sangat parah. Adanya keterkaitan antara Presiden Pena dengan bank tersebut langsung memicu kemarahan publik hingga menyulut aksi unjuk rasa di berbagai wilayah Paraguay.

Eskalasi krisis makin memuncak ketika anggota parlemen dari kubu oposisi bergerak mengajukan permohonan pemakzulan terhadap Pena. Pihak oposisi menuduh sang presiden telah melakukan tindakan favoritisme yang menguntungkan Ueno Bank secara tidak sah melalui kebijakan regulasi perbankan serta alokasi dana pensiun negara.

Menghadapi tekanan politik yang semakin kuat serta desakan pemakzulan dari parlemen, Pena akhirnya menyampaikan pengunduran dirinya melalui rekaman video yang diunggah di platform X. Pemimpin dari kubu sayap kanan tersebut memanfaatkan momen tersebut untuk menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh warga negara.

“Saya ingin meminta maaf kepada masyarakat jika ada saat di mana saya gagal. Tidak pernah ada niat dari saya untuk mengkhianati kepercayaan yang Anda berikan kepada saya,” ujar Santiago Pena.

Dalam kesempatan yang sama, Pena menyampaikan bahwa fokus utamanya saat ini adalah mengembalikan stabilitas nasional dan memberikan kepastian hukum bagi publik. Langkah pengunduran diri ini diambil guna memberikan ketenangan pikiran bagi masyarakat Paraguay yang telah memercayakan dana simpanan mereka ke dalam sistem keuangan nasional.