Dewablog.com — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menepis secara tegas kabar burung yang menyatakan Jakarta berstatus Siaga 1 pasca-adanya pengerahan prajurit TNI di wilayah Ibu Kota. Orang nomor satu di Jakarta tersebut menegaskan hingga saat ini tidak ada instruksi maupun koordinasi resmi terkait penetapan status siaga darurat tersebut.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Pernyataan tersebut disampaikan Pramono usai memimpin rapat koordinasi bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) DKI Jakarta di Balai Kota Jakarta. Dalam pertemuan yang membahas situasi keamanan dan ketertiban umum wilayah tersebut, ia memastikan bahwa seluruh aktivitas pemerintahan berjalan dalam kondisi aman dan kondusif.

“Saya tidak, karena apa pun sebagai gubernur, kalau ada siaga satu pasti saya dikoordinasikan,” tegas Pramono Anung di Balai Kota Jakarta.

Mantan Sekretaris Kabinet itu menambahkan bahwa seluruh jajaran pemerintah daerah bersama aparat keamanan yang tergabung dalam Forkopimda tetap menjalankan tugas seperti biasa. Ia meminta masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh spekulasi yang berkembang secara liar di media sosial mengenai kondisi keamanan di Ibu Kota.

Sebelumnya, media sosial dihebohkan oleh rumor penyiapan dan pergerakan pasukan militer dalam jumlah besar menuju Jakarta. Isu tersebut memicu beragam spekulasi publik yang mengaitkan pengerahan personel dari tiga matra Tentara Nasional Indonesia (TNI) dengan potensi ancaman keamanan atau persiapan menghadapi aksi demonstrasi dalam waktu dekat.

Menanggapi kesimpangsiuran informasi tersebut, Markas Besar TNI melalui Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen TNI Muhammad Nas memberikan penjelasan resmi mengenai pergerakan personel militer tersebut. Ia menekankan bahwa mobilitas pasukan merupakan hal rutin dan biasa dalam rangka tugas negara serta menjaga kesiapan operasional prajurit.

Pusat Penerangan TNI menjelaskan bahwa pengerahan pasukan tersebut difokuskan untuk memastikan perlindungan terhadap seluruh komponen bangsa serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Setiap langkah operasional prajurit senantiasa berpedoman teguh pada aturan perundang-undangan yang berlaku dan standar operasional prosedur militer.

Meski demikian, pihak TNI tidak memberikan rincian jumlah personel yang disiagakan maupun lokasi penempatan spesifik di wilayah Jakarta. Pihak Markas Besar TNI juga tidak merespons secara mendalam mengenai dugaan keterkaitan penyiapan pasukan ini dengan rencana pengamanan unjuk rasa tertentu dalam waktu dekat.

Secara terpisah, Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut (TNI AL) turut memberikan konfirmasi mengenai keterlibatan prajuritnya dalam pergerakan pasukan ke wilayah Ibu Kota. Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksamana Pertama TNI Tunggul membenarkan adanya pergeseran personel Angkatan Laut ke Jakarta.

“Kami sampaikan bahwa informasi tentang pengerahan personil TNI AL tersebut adalah benar. Pengerahan personil tersebut dilakukan dalam rangka menjalankan tugas negara dan menjaga stabilitas keamanan Republik Indonesia,” ujar Laksamana Pertama TNI Tunggul dalam keterangannya.

Langkah TNI AL ini diklaim sebagai bagian dari upaya preventif untuk memelihara stabilitas keamanan nasional sekaligus menguji kesiapsiagaan prajurit dalam menghadapi berbagai skenario lapangan. Dengan adanya klarifikasi resmi dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan jajaran pimpinan TNI, situasi di Ibu Kota dipastikan tetap terjaga dan kondusif.