Dewablog.com — Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, secara terbuka menyampaikan keprihatinannya terhadap dinamika politik nasional yang terjadi saat ini. Melalui pernyataan resmi yang diunggah di akun media sosialnya pada Rabu (4/11/2026), ia menyoroti gejala politik yang menurutnya semakin liar dan tidak terkendali di tanah air.
Dalam pandangan SBY, terdapat kecenderungan di mana pihak-pihak tertentu menghalalkan segala cara untuk meraih kekuasaan. Ia menekankan bahwa dalam upaya mendapatkan jabatan politik, nilai-nilai etika dan moralitas sering kali dikesampingkan, sehingga mengabaikan apakah tindakan yang diambil tergolong baik atau buruk bagi tatanan demokrasi bangsa.
“Kok jadi begini negara kita. Kok begini liar politik kita. Sepertinya untuk mendapatkan kekuasaan cara apapun dibenarkan. Tidak peduli baik atau buruk,” ujar Susilo Bambang Yudhoyono.
Kekhawatiran mendalam juga dirasakan oleh tokoh senior Partai Demokrat tersebut terkait dampak psikologis yang mungkin dialami masyarakat. Ia menilai bahwa kekacauan dalam kancah politik dapat menimbulkan ketakutan dan hilangnya rasa aman bagi warga negara di tanah kelahirannya sendiri. Menurutnya, stabilitas kehidupan berbangsa sangat bergantung pada etika para pelaku politik yang memegang kendali kekuasaan.
Lebih lanjut, SBY menyampaikan permohonan khusus kepada Presiden Prabowo Subianto agar dapat mengambil langkah konkret dalam memperbaiki kondisi politik nasional. Ia berharap agar pemerintah mampu mengembalikan corak politik yang berkeadaban, sesuai dengan tuntutan sejarah dan amanah yang diberikan oleh rakyat Indonesia kepada pemimpinnya.
Upaya menghidupkan kembali politik yang beretika dianggap sebagai misi mulia yang harus diemban oleh pemerintahan saat ini. SBY pun menutup pernyataannya dengan harapan agar Tuhan memberikan kekuatan serta bimbingan kepada Presiden Prabowo Subianto dalam menjalankan tugas negara tersebut, demi memastikan masa depan demokrasi yang lebih sehat dan beradab bagi seluruh rakyat.
Pernyataan ini mencerminkan keresahan mendalam dari seorang mantan kepala negara mengenai arah demokrasi Indonesia ke depan. Melalui kritik yang disampaikan, SBY menekankan pentingnya menjaga integritas dan moralitas dalam setiap langkah politik, agar tidak merusak pondasi kebangsaan yang selama ini telah dibangun oleh para pendiri bangsa.


