Dewablog.com — Sebuah kecelakaan maut yang melibatkan truk molen terjadi di Jalan Cut Mutia, Rawalumbu, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Minggu (1/11) sore sekitar pukul 16.30 WIB. Insiden tragis tersebut mengakibatkan enam orang meninggal dunia, sementara sejumlah korban lainnya mengalami luka-luka akibat tertabrak kendaraan berat yang diduga mengalami kegagalan fungsi pengereman atau rem blong.
Peristiwa bermula ketika truk molen tersebut melaju dari arah kanan dan secara tiba-tiba banting setir ke arah kiri dengan kecepatan tinggi. Kendaraan berat itu kemudian menabrak kerumunan warga yang sedang berada di area perhentian bus. Benturan keras terjadi saat truk tersebut menghantam tembok pembatas hingga akhirnya terbalik di lokasi kejadian, meninggalkan kerusakan fatal pada infrastruktur sekitar dan para korban yang berada di sana.
“Truk itu langsung ambil kiri dengan cepat, awalnya dia dari kanan kan langsung banting setir ke kiri. Cuma yang saya kira itu, truk itu ngambil kiri. Tapi, yang saya lihat itu, nggak mau berhenti, malah kencang,” ujar FN, salah seorang saksi mata yang berada di lokasi kejadian.
Saksi mata berinisial FN menceritakan situasi mencekam saat dirinya sedang melintas di samping truk tersebut sesaat sebelum kecelakaan terjadi. FN mengaku mendengar suara tidak wajar seperti embusan angin yang diyakininya berasal dari sistem pengereman truk. Berkat insting tersebut, ia memutuskan untuk mengambil jarak aman dan mengerem kendaraannya, yang secara tidak langsung menyelamatkannya dari peristiwa nahas tersebut.
Kondisi di lokasi kejadian pasca-tabrakan digambarkan sangat memprihatinkan. Sejumlah korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan, dengan beberapa di antaranya merupakan anak-anak. FN yang sempat menyaksikan dampak langsung dari kecelakaan tersebut mengaku mengalami guncangan psikologis atau syok hebat karena melihat pemandangan tragis di depan matanya sendiri, sebelum akhirnya segera menghubungi pihak kepolisian untuk meminta bantuan evakuasi.
Data dari pihak berwenang mengonfirmasi total korban dalam insiden ini mencapai 12 orang. Enam korban meninggal dunia terdiri dari Adisa, Siti Habiah, Adiaha Raiqa Syafia, Siti Nur Latifah, Muhamad Ferdiansa, dan Soemiyati. Seluruh jenazah korban telah dibawa ke sejumlah rumah sakit, yakni RS Siloam Sepanjang Jaya dan RSUD Kota Bekasi, untuk penanganan lebih lanjut.
Selain korban meninggal, terdapat enam orang lainnya yang mengalami luka-luka dan saat ini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Korban luka tersebut di antaranya Sodik, Dian, Muhammad Maulana, Nur Jamilah, Raihan, dan Fatuh. Mereka kini dirawat di RS Siloam Sepanjang Jaya dan RS Juwita untuk mendapatkan penanganan medis atas cedera yang diderita akibat hantaman kendaraan berat tersebut.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam terkait penyebab pasti kecelakaan maut ini. Dugaan awal mengenai rem blong menjadi fokus utama petugas dalam mengumpulkan bukti-bukti di tempat kejadian perkara, termasuk memeriksa kondisi teknis truk molen tersebut. Kejadian ini menambah daftar panjang insiden kecelakaan lalu lintas yang melibatkan kendaraan berat di kawasan padat penduduk di Bekasi, yang memicu keprihatinan masyarakat luas mengenai standar keselamatan di jalan raya.


